Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rusia akan Kabarkan Peluncuran Rudal Balistik Antarbenua ke AS

Rusia akan terus memberi tahu Amerika Serikat (AS) tentang peluncuran rudal balistik antarbenua atau kapal selam.
Kementerian Pertahanan Rusia merilis foto kapal rudal Armada Pasifik Rusia menembakkan rudal jelajah Moskit ke target laut tiruan musuh di perairan Laut Jepang, pada Selasa (28/3/2023). Kementerian Pertahanan Rusia/Handout via REUTERS
Kementerian Pertahanan Rusia merilis foto kapal rudal Armada Pasifik Rusia menembakkan rudal jelajah Moskit ke target laut tiruan musuh di perairan Laut Jepang, pada Selasa (28/3/2023). Kementerian Pertahanan Rusia/Handout via REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov menegaskan bahwa Moskow akan terus memberi tahu Amerika Serikat (AS) tentang peluncuran rudal balistik antarbenua atau kapal selam meskipun menangguhkan perjanjian kontrol senjata nuklir terakhir yang tersisa antara kedua negara.

Melansir Reuters, Kamis (30/3/2023), Presiden Vladimir Putin mengumumkan Rusia menangguhkan kesepakatan nuklir New START yang ditandatangani pada 2010.

Kesepakatan itu membatasi jumlah hulu ledak nuklir strategis yang dapat digunakan masing-masing pihak.

Sebagai tanggapan, AS mengatakan pada Selasa (28/3/2023) bahwa mereka akan berhenti bertukar beberapa data tentang kekuatan nuklirnya dengan Moskow.

Ryabkov mengatakan, meskipun ditangguhkan, Rusia telah berjanji untuk tetap berpegang pada batas hulu ledak dan juga akan terus menerapkan perjanjian 1988 tentang pertukaran pemberitahuan peluncuran rudal.

Seorang pejabat AS mengatakan bulan lalu bahwa penangguhan Rusia menunjukkan hal itu "bukan kekuatan nuklir yang bertanggung jawab".

Putin membenarkannya dengan mengatakan, tanpa memberikan bukti, bahwa Barat telah terlibat langsung dalam serangan Ukraina terhadap pangkalan pesawat pembom strategis Rusia jauh di dalam wilayah Rusia.

Dia mengatakan tuntutan NATO bahwa Rusia harus mengizinkan inspeksi pangkalan nuklirnya di bawah perjanjian START Baru tidak masuk akal.

Rusia mengatakan secara terpisah pada Rabu (29/3/2023), bahwa mereka telah memulai latihan dengan sistem rudal balistik antarbenua Yars dan beberapa ribu tentara.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Nancy Junita
Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper