Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Presiden Argentina: Dunia Butuh Dialog Rusia-Ukraina untuk Akhiri Konflik Bersenjata

Presiden Argentina mengatakan bahwa dialog antara Rusia dengan Ukraina harus dilakukan untuk mengakhiri konflik bersenjata.
Kanselir Jerman Olaf Scholz dan Presiden Argentina Alberto Fernandez berdiri bersama setelah mengadakan konferensi pers, di gedung Kementerian Luar Negeri Palacio San Martin di Buenos Aires, Argentina, 28 Januari 2023. REUTERS/Agustin Marcarian
Kanselir Jerman Olaf Scholz dan Presiden Argentina Alberto Fernandez berdiri bersama setelah mengadakan konferensi pers, di gedung Kementerian Luar Negeri Palacio San Martin di Buenos Aires, Argentina, 28 Januari 2023. REUTERS/Agustin Marcarian

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Argentina Alberto Fernandez mengatakan bahwa dialog antara Rusia dengan Ukraina harus dilakukan sesegera mungkin untuk mengakhiri konflik bersenjata

Dia mengatakan itu selama pembicaraan dengan rekannya dari Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Rabu (29/3/2023). 

“Di dunia sekarang ini, tidak dapat diterima untuk berpikir bahwa konflik teritorial dapat diselesaikan dengan cara bersenjata. Namun, kami juga ingin konflik ini berakhir secepat mungkin," katanya, seperti dilansir dari TASS, pada Kamis (30/3/2023). 

Menurutnya, perlu untuk duduk melakukan perundingan guna menemukan solusi melalui dialog dalam perkara konflik Rusia-Ukraina. 

"Itulah mengapa saya mengatakan kepadanya bahwa menurut saya itu adalah diperlukan bagi para pihak untuk duduk di meja perundingan dan menemukan solusi melalui dialog," lanjutnya dalam siaran konferensi pers. 

Fernandez menekankan bahwa masyarakat internasional harus melakukan apapun yang diperlukan untuk mengakhiri konflik tersebut. 

Dia menyatakan bahwa semakin lama berlangsungnya konflik, maka akan semakin banyak kerusakan yang terjadi pada ekonomi internasional. 

"Semakin lama berlangsung, semakin banyak kerusakan yang terjadi pada ekonomi internasional, terutama pada ekonomi belahan bumi selatan," tambahnya.

Pada pertemuan yang berlangsung di Washington itu, keduanya juga membahas usulan kerja sama dalam produksi pangan.

Adapun pembahasan itu dalam konteks keprihatinan global terhadap ketahanan pangan akibat terbatasnya operasional di pelabuhan Odessa.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Erta Darwati
Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper