Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Menkes Minta TNI dan Polri Jamin Keamanan Nakes di Papua

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin minta bantuan TNI Polri jaga keamanan tenaga kesehatan di Papua.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan paparan saat mengikuti rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (24/1/2023). Rapat tersebut membahas upaya penanganan COVID-19 setelah pencabutan status PPKM, khususnya pelaksanaan program vaksinasi COVID-19. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/hp.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan paparan saat mengikuti rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (24/1/2023). Rapat tersebut membahas upaya penanganan COVID-19 setelah pencabutan status PPKM, khususnya pelaksanaan program vaksinasi COVID-19. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/hp.

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin akan secara khusus meminta bantuan dari TNI dan Polri untuk memberikan jaminan keamanan bagi para dokter dan tenaga kesehatan yang membuka praktek di daerah-daerah. 

Hal ini disampaikan Budi usai pihak kepolisian berhasil meringkus tersangka kasus pembunuhan dokter spesialis paru Mawartih Susanty pada Rabu (29/3/2023). 

“Saya meminta TNI, Polri, dan pemerintah daerah untuk memberi jaminan keamanan, sehingga tenaga kesehatan dimanapun ditempatkan bisa menjalankan tugasnya dengan baik,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (29/3/2023). 

Menurutnya, jaminan keamanan, keselamatan, dan kesehatan sejatinya telah menjadi hak dari seluruh tenaga kesehatan, terutama bagi mereka yang menjalankan tugas di daerah rawan, terutama di wilayah Papua Pegunungan dan Papua Tengah. 

Adapun, mantan wakil menteri BUMN ini memastikan bahwa pengusutan kasus kematian dokter Mawartih akan dilakukan secara transparan. Hal ini bahkan telah dijanjikan Budi kepada orang tua Mawartih.

Seperti diketahui, Mawartih yang telah mengabdi selama 5 tahun di RSUD Daerah Nabire, Papua Tengah ditemukan meninggal dunia di kediamannya pada Kamis (9/3/2023).

Kematian Mawartih terbilang janggal karena dokter spesialis paru itu ditemukan meninggal dunia dengan luka lebam dan punggung yang membiru. 

Adapun, Polda Papua kini telah berhasil menangkap KW sebagai tersangka kasus pembunuhan dokter spesialis paru itu. Diketahui, KW adalah cleaning service yang bekerja di RSUD Nabire, tempat di mana Mawartih bekerja. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Edi Suwiknyo
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper