Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

AS Bakal Cabut Persyaratan Tes Covid-19 Untuk Pelancong dari China

Persyaratan tersebut akan dicabut karena AS memiliki bukti bahwa kasus, rawat inap, dan kematian mulai menurun di China.
Penumpang menunggu untuk naik kereta di Stasiun Kereta Api Hongqiao Shanghai selama Festival Musim Semi tahunan menjelang Tahun Baru Imlek, saat wabah Covid-19 berlanjut, di Shanghai, China 18 Januari 2023. REUTERS/Aly Song / File Foto
Penumpang menunggu untuk naik kereta di Stasiun Kereta Api Hongqiao Shanghai selama Festival Musim Semi tahunan menjelang Tahun Baru Imlek, saat wabah Covid-19 berlanjut, di Shanghai, China 18 Januari 2023. REUTERS/Aly Song / File Foto

Bisnis.com, JAKARTA - Amerika Serikat (AS) akan mencabut persyaratan tes Covid-19 untuk pelancong dari China pekan ini.

Hal ini adalah langkah signifikan menuju normalisasi hubungan antara kedua negara seiring dengan meredanya pandemi. 

Dilansir dari Bloomberg pada Rabu (8/3/2023), persyaratan tersebut akan dicabut karena AS memiliki bukti bahwa kasus, rawat inap, dan kematian mulai menurun di China, menurut sumber yang mengetahui masalah ini tanpa ingin disebutkan namanya. 

Negara-negara lain telah mencabut pembatasan serupa untuk penerbangan masuk dari China dan AS berkonsultasi dengan mereka tentang langkah-langkah kesehatan masyarakat.

Sebelumnya, pada Januari pemerintahan Biden mewajibkan semua pelancong dari China yang berusia 2 tahun ke atas untuk memberikan hasil tes negatif untuk bisa memasuki AS. Keputusan tersebut diambil setelah Beijing memutuskan untuk meninggalkan strategi Covid Zero.

Langkah ini awalnya diberlakukan untuk melindungi warga negara Amerika sementara AS dapat menentukan dampak wabah di China dan mendapatkan wawasan tentang varian yang beredar.

Meski demikian, pemerintahan Biden akan terus memantau kasus-kasus di China dan negara-negara lain, serta tetap menjalankan program pengawasan genomik berbasis wisatawan. 

Menghapus persyaratan pengujian akan menghilangkan salah satu rintangan terakhir yang dihadapi perjalanan global pasca-Covid, terutama bagi para pelaku bisnis yang melakukan perjalanan antara dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia.

Langkah ini juga berpotensi membuka peluang bagi Beijing untuk membalas dengan melonggarkan aturan pengujian pra-penerbangannya sendiri untuk orang-orang yang datang dari AS. 

Meski demikian, hambatan normalisasi penuh masih ada. China masih mewajibkan tes PCR bagi para pelancong yang datang dari AS dan meminta kru pesawat untuk memeriksa hasilnya sebelum naik pesawat, meskipun mengizinkan orang-orang dari beberapa negara untuk melakukan tes antigen. Nantinya, hasil tes akan diperiksa secara acak pada saat kedatangan.

Penerbangan antara AS dan China juga tetap dibatasi hanya 12 penerbangan per minggu. Data penerbangan Cirium melaporkan 172 penerbangan yang dijadwalkan antara AS dan China untuk bulan ini, 94,1 persen lebih rendah dari waktu yang sama pada 2019.

Pada Maret tahun sebelum pandemi, terdapat 2.926 penerbangan yang menawarkan hampir 850.000 kursi di antara maskapai penerbangan AS dan China yang terbang ke dua arah.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper