Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kanselir Jerman Ancam China Jika Pasok Senjata ke Rusia

Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan akan adanya konsekuensi jika China mengirim senjata ke Rusia untuk berperang di Ukraina.
Tentara Ukraina berjalan di tengah serangan pasukan Rusia di dekat garis depan Kota Bakhmut, wilayah Donetsk, Ukraina 3 Maret 2023. REUTERS/Alex Babenko/Reuters
Tentara Ukraina berjalan di tengah serangan pasukan Rusia di dekat garis depan Kota Bakhmut, wilayah Donetsk, Ukraina 3 Maret 2023. REUTERS/Alex Babenko/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan akan ada konsekuensi jika China mengirim senjata ke Rusia.

Olaf cukup optimistis bahwa China akan menahan diri untuk tidak memasok senjata ke Rusia, seperti dilansir dari CNA, Senin (6/3/2023). 

Scholz memberikan pernyataan itu dalam wawancara setelah 2 hari sebelumnya bertemu dengan Presiden AS, Joe Biden di Washington. Para pejabat AS baru-baru ini memperingatkan bahwa China dapat mulai menyediakan senjata dan amunisi ke Rusia.

Scholz telah mendesak Beijing untuk menahan diri dari pengiriman senjata. Sebagai gantinya Olaf dia meminta China menggunakan pengaruh itu untuk menekan Rusia agar menarik pasukannya dari Ukraina.

“Saya pikir itu akan memiliki konsekuensi, tetapi kami sekarang berada dalam tahap di mana kami menjelaskan bahwa ini tidak boleh terjadi, dan saya relatif optimis bahwa kami akan berhasil dengan permintaan kami dalam kasus ini, tetapi kami harus melihat itu dan kami harus sangat, sangat berhati-hati," katanya. 

Meski begitu, Scholz tetap tidak merinci terkait konsekuensi tersebut. Sementara itu, Jerman memiliki ekonomi terbesar di Eropa, dan China telah menjadi mitra dagang tunggal terbesarnya dalam beberapa tahun terakhir.

Selanjutnya, setelah kabinetnya bertemu dengan Presiden Komisi Eropa Ursula Von der Leyen, Scholz ditanyai terkait memiliki bukti nyata dari AS bahwa China sedang mempertimbangkan pengiriman senjata ke Rusia, serta soal keputusannya untuk mendukung sanksi terhadap Beijing. 

“Kami semua setuju bahwa tidak boleh ada pengiriman senjata, dan pemerintah China telah menyatakan bahwa mereka tidak akan mengirimkan apapun. Itulah yang kami tuntut dan kami mengawasinya," lanjutnya.

Meski sudah ditanya, dia tidak menjawab pertanyaan seputar sanksi tersebut. Sedangkan Von der Leyen berkata bahwa akan selalu mengamatinya. 

"Sejauh ini kami tidak memiliki bukti, tetapi kami harus mengamatinya setiap hari," tambahnya. 

Dia mengatakan bahwa terkait Uni Eropa yang akan memberikan sanksi kepada China karena memberikan bantuan militer ke Rusia, itu merupakan pertanyaan hipotetis yang hanya dapat dijawab jika itu menjadi kenyataan dan fakta. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Erta Darwati
Editor : Edi Suwiknyo
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper