Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Putin Full Senyum, 2 Alutsista Buatan Rusia Disebut Lebih Mengerikan ketimbang Bikinan AS

Ada dua alutsista buatan Rusia yang diklaim lebih gahar dan mengerikan ketimbang peralatan buatan AS.
Hesti Puji Lestari
Hesti Puji Lestari - Bisnis.com 22 Februari 2023  |  15:36 WIB
Putin Full Senyum, 2 Alutsista Buatan Rusia Disebut Lebih Mengerikan ketimbang Bikinan AS
Sistem pertahanan rudal Patriot - Reuters

Bisnis.com, SOLO - Dua alutsista buatan Rusia diklaim lebih mengerikan ketimbang bikinan AS.

Alutsista pertama adalah peluncur roket Tornado-S yang disebut lebih ganas ketimbang HIMARS yang selama ini dibanggakan Washington.

Dalam sebuah pernyataan pada 20 Februari, Rostec State Corporation, selaku produsen Tornado-S mengungkapkan kelebihan produknya ini.

Dilansir dari TASS, Unit sistem kontrol Tornado-S memungkinkan setiap amunisi memiliki tugas penerbangan yang unik.

Teknologi yang disematkan oleh perusahaan juga memungkinkan kendaraan tempur untuk menyerang beberapa sasaran secara salvo dan ini bisa sangat mematikan.

Berdasarkan sistem navigasi inersia strap-down, sistem dapat mengalokasikan jangkauan penerbangan dan lintasan ke setiap proyektil MLRS.

Sementara alutsista kedua yang bikin Rusia bisa jemawa adalah sistem rudal permukaan-ke-udara S-350 Vityaz.

Dilansir dari Eurasia Time, sistem rudal permukaan-ke-udara S-350 Vityaz bikinan Rusia disebut lebih akurat ketimbang sistem rudal Patriot milik AS.

“Peralatan Amerika selalu dilebih-lebihkan. Vityaz akan jauh lebih murah daripada sistem Patriot serupa. Jauh lebih menguntungkan untuk membeli sistem Vityaz karena Rusia adalah mitra yang jauh lebih andal daripada AS,” kata Alexander Mikhailov, Direktur Biro Analisis Politik-Militer, sebuah think tank Rusia yang berbasis di Moskow.

Menurut Mikhailov, sistem misil antipesawat Vityaz memang sebanding dan sejajar dengan sistem misil Patriot buatan AS dalam hal karakteristik operasional.

Akan tetapi misil Rusia terbang lebih cepat dan memiliki kemampuan menyerang target yang terbang rendah.

“Patriot tidak menembak jatuh target yang terbang di ketinggian kurang dari 100 meter, sedangkan Vityaz melumpuhkan target di ketinggian 10 meter atau lebih,” kata pakar Rusia tersebut menambahkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Rusia Perang Rusia Ukraina amerika serikat alutsista
Editor : Hesti Puji Lestari

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top