Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Korban Gempa Turki-Suriah Tembus 33.000 Jiwa, Paling Mematikan sejak 1939!

Korban gempa Turki-Suriah diperkirakan terus bertambah karena peluang untuk menemukan korban selamat semakin kecil.
Penampakan kerusakan akibat gempa mematikan di Kahramanmaras, Turki, 11 Februari 2023. REUTERS/Stoyan Nenov
Penampakan kerusakan akibat gempa mematikan di Kahramanmaras, Turki, 11 Februari 2023. REUTERS/Stoyan Nenov

Bisnis.com, JAKARTA – Korban jiwa akibat gempa Turki dan Suriah mencapai 33.000. Korban diperkirakan terus bertambah karena peluang untuk menemukan korban selamat semakin kecil.

Dilansir dari Reuters pada Senin (13/2/2023), tim penyelamat menarik lebih banyak korban selamat dari reruntuhan pada hari Minggu, hampir sepekan setelah salah satu gempa bumi terburuk yang melanda Turki dan Suriah.

Ini menjadi gempa paling mematikan di Turki sejak tahun 1939.

Di sebuah distrik pusat di kota Antakya, Turki, yang terkena dampak gempa paling parah, para pemilik bisnis mengosongkan toko-toko mereka pada hari Minggu untuk mencegah barang dagangan mereka dicuri oleh para penjarah.

Penduduk dan pekerja bantuan yang datang dari kota-kota lain menyebutkan kondisi keamanan yang memburuk, dengan banyaknya laporan mengenai bisnis dan rumah-rumah yang dirampok.

Menghadapi pertanyaan mengenai tanggapannya terhadap gempa bumi, Presiden Tayyip Erdogan mengatakan bahwa pemerintah akan menindak tegas para penjarah.

Di Suriah, wilayah paling parah terkena dampak adalah wilayah barat laut yang dikuasai pemberontak. Hal ini membuat banyak orang kehilangan tempat tinggal. Wilayah ini hanya menerima sedikit bantuan dibandingkan dengan wilayah yang dikuasai pemerintah.

"Sejauh ini kita telah gagal membantu orang-orang di barat laut Suriah," kata kepala bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Martin Griffiths dalam sebuah tweet dari perbatasan Turki-Suriah,.

Griffiths mengatakan penduduk di sana merasa ditinggalkan. PBB kesulitan menyalurkan bantuan ke wilayah tersebut karena hanya terdapat satu jalur penyeberangan yang terbuka untuk suplai bantuan.

Lebih dari enam hari setelah gempa pertama melanda, para pekerja darurat masih menemukan segelintir orang yang bertahan hidup di reruntuhan rumah yang telah menjadi kuburan bagi ribuan orang.

Sebuah tim penyelamat dari China dan petugas pemadam kebakaran Turki menyelamatkan seorang warga Suriah berusia 54 tahun, Malik Milandi, setelah ia bertahan selama 156 jam di dalam reruntuhan bangunan di Antakya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper