Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rencana Jacinda Ardern setelah Mundur dari PM Selandia Baru

Perdana Menteri (PM) Selandia Baru Jacinda Ardern memiliki rencana dalam kehidupannya setelah tidak lagi menjabat.
Jacinda Ardern/ Photographer: Mark Coote/Bloomberg
Jacinda Ardern/ Photographer: Mark Coote/Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Perdana Menteri (PM) Selandia Baru Jacinda Ardern memiliki rencana dalam kehidupannya setelah tidak lagi menjabat.

Ardern mengumumkan pengunduran dirinya secara mengejutkan menjelang pemilihan umum (pemilu) pada akhir tahun ini.

Melansir The Guardian, Ardern mengatakan dia tidak punya rencana masa depan, selain menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarganya.

Dia berterima kasih kepada pasangannya, Clarke Gayford, dan putrinya Neve, yang dia lahirkan saat menjabat sebagai perdana menteri.

Ardern menyebut anaknya itu sebagai "orang yang telah berkorban paling banyak dari kita semua".

“Kepada Neve: ibu sangat menantikan kehadiranmu saat kamu mulai sekolah tahun ini. Dan untuk Clarke – mari kita menikah.”

Melansir Bloomberg, Ardern, 42, yang menjadi pemimpin wanita termuda di dunia ketika dia memimpin Partai Buruh berkuasa pada 2017, tidak memiliki energi atau inspirasi untuk mencalonkan diri kembali, katanya kepada wartawan, Kamis (19/1/2023).

Dia menyebut tanggal pemilihan akan diumumkan pada 14 Oktober 2023.

“Saya telah memberikan segalanya untuk menjadi perdana menteri, tetapi itu juga membuat saya kehilangan banyak hal,” katanya di Napier, tempat Partai Buruh mengadakan pertemuan kaukus.

“Saya tahu apa yang dibutuhkan pekerjaan ini, dan saya tahu bahwa saya tidak lagi memiliki cukup tenaga untuk melakukannya dengan adil. Sesederhana itu.”

Pengumuman tak terduga itu menutup karier politik menakjubkan yang membuat Ardern menghadapi krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya dan menjadi pembawa obor nilai-nilai liberal di panggung dunia.

Dia menghadapi perjuangan berat untuk memenangkan masa jabatan ketiga, dengan posisi Partai Buruh berada di belakang Partai Nasional dalam jajak pendapat.

Kaukus Partai Buruh akan memilih pemimpin baru pada 22 Januari dengan pemenang membutuhkan dukungan dua pertiga.

Jika tidak ada yang memiliki itu, kontes akan beralih ke keanggotaan partai yang lebih luas. Diperkirakan proses tersebut akan selesai paling lambat 7 Februari mendatang, kata Ardern.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Nancy Junita
Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper