Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Profil Jacinda Ardern yang Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Selandia Baru

Perdana Menteri (PM) Selandia Baru Jacinda Ardern resmi mengumumkan aakan mengundurkan diri bulan depan pada Kamis (19/1/2023).
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern setelah salat Jumat di Hagley Park di luar masjid Al-Noor di Christchurch, Selandia Baru 22 Maret 2019./Reuters
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern setelah salat Jumat di Hagley Park di luar masjid Al-Noor di Christchurch, Selandia Baru 22 Maret 2019./Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Perdana Menteri (PM) Selandia Baru Jacinda Ardern resmi mengumumkan akan mengundurkan diri bulan depan pada Kamis (19/1/2023).

"Bagi saya ini saatnya," katanya pada pertemuan anggota Partai Buruhnya dilansir Channel News Asia, Kamis (13/1/2023).

Dikutip dari The Guardian, Ardern menjadi kepala pemerintahan wanita termuda di dunia ketika dia terpilih sebagai perdana menteri pada tahun 2017 di usia 37 tahun.

Dia telah memimpin Selandia Baru melewati pandemi Covid-19, dan bencana besar termasuk serangan teror di dua masjid di Christchurch, dan erupsi vulkanik White Islands.

“Ini adalah lima setengah tahun yang paling memuaskan dalam hidup saya. Tapi itu juga memiliki tantangan – di antara agenda yang berfokus pada perumahan, kemiskinan anak dan perubahan iklim, kami menghadapi ... peristiwa teror domestik, bencana alam besar, pandemi global, dan krisis ekonomi,” katanya.

Ditanya bagaimana dia ingin warga Selandia Baru mengingat kepemimpinannya, Ardern mengatakan “sebagai seseorang yang selalu berusaha untuk bersikap baik.”

“Saya harap saya meninggalkan warga Selandia Baru dengan keyakinan bahwa Anda bisa menjadi baik, tetapi kuat, berempati tetapi tegas, optimis tetapi fokus. Dan bahwa Anda bisa menjadi pemimpin untuk diri Anda sendiri – seseorang yang tahu kapan waktunya untuk pergi,” kata Ardern.

Selama setahun terakhir, Ardern menghadapi peningkatan ancaman kekerasan yang signifikan, terutama dari kelompok teori konspirasi dan anti-vaksin yang marah dengan mandat vaksin negara dan penguncian Covid-19.

Dia berkata, bagaimanapun, bahwa peningkatan risiko yang terkait dengan pekerjaan itu tidak menjadi alasan keputusannya untuk mundur.

“Saya tidak ingin meninggalkan kesan bahwa kesulitan yang Anda hadapi dalam politik adalah alasan orang keluar. Ya, itu memang berdampak. Bagaimanapun juga kita adalah manusia, tapi itu bukan dasar keputusan saya,” katanya.

Profil dan Sepak Terjang

Jacinda memiliki nama lengkap Jacinda Kate Laurell Ardern. Dia lahir pada 26 Juli 1980 di Hamilton, Selandia Baru.

Wanita berusia 42 tahun ini adalah seorang politikus dari Partai Buruh Selandia Baru.

Dikutip dari Wikipedia, Ardern merupakan perdana menteri termuda dalam 150 tahun terbentuknya Selandia Baru.

Dia sebelumnya dikenal sebagai pemimpin wanita termuda di dunia, sebelum dikalahkan Sanna Marin, Perdana Menteri Finlandia yang menjabat pada usia 33 tahun.

Ayahnya, Ross Ardern, bekerja sebagai polisi. Ibunya, Laurell Ardern, bekerja sebagai pekerja di kantin sekolah. Ardern besar di Murupara, kota kecil di timur laut Wellington, dan menamatkan pendidikan dasar dan menengahnya di kota ini.

Setelah menamatkan pendidikan menengahnya, Ardern mengambil jurusan komunikasi politik di Universitas Waikato pada 1999. Saat masih kuliah, Ardern dikenal aktif di dunia politik dan bergabung dengan Partai Buruh Selandia Baru.

Di usia 17 tahun, yakni pada 1999, dia turut kampanye pemilihan Harry Duynhoven sebagai anggota parlemen di distrik New Plymouth.

Setelah meraih gelar sarjana dalam politik dan hubungan masyarakat, Ardern bekerja sebagai peneliti kebijakan politik untuk anggota parlemen lain dari partainya. Hal ini membuatnya mendapat posisi sebagai staff dari Perdana Menteri yang menjabat saat itu, Helen Clark.

Pada awal 2008, Ardern terpilih sebagai Presiden untuk Serikat Pemuda Sosialis Internasional. Kemudian, dia menjadi kandidat anggota parlemen dari Partai Buruh mewakili distrik Waikato.

Ardern kemudian terpilih pada usia 28 tahun, sekaligus menjadikannya anggota parlemen termuda.

Pasca-pengunduran Andrew Little sebagai pemimpin Partai Buruh pada 1 Agustus 2017, sebulan sebelum pemilu digelar, Ardern terpilih sebagai ketua baru Partai Buruh.

Dia berhasil membuat Partai Buruh meraih 36,9 persen suara pemilih. Ardern berhasil memperoleh koalisi dan mengamankan setidaknya 63 kursi di Parlemen Selandia Baru. Hal ini sekaligus membuatnya naik menjadi Perdana Menteri ke-40 Selandia Baru.

Masa Jabatan Kedua

Ardern berhasil menduduki posisi PM Selandia Baru untuk  masa jabatan kedua pada Oktober 2020.

Partai Buruh Ardern unggul setelah kampanyenya didominasi oleh penanganan krisis Virus Corona yang sukses.

Dia berhadapan langsung dengan Judith Collins dari Partai Nasional dalam pemilu untuk membentuk parlemen ke-53 negara itu, sebuah referendum untuk masa jabatan tiga tahun Ardern.

Selain sebagai PM Selandia Baru, dia juga pernah menjabat sebagai pemimpin oposisi Selandia Baru pada tahun 2017 dan Anggota DPR Selandia Baru 2008-2017.

Ardern memiliki seorang anak dengan pasangannya, Clarke Gayford.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Nancy Junita
Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper