Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Rusia Terseret Isu Kudeta di Jerman, Begini Kronologinya

Polisi Jerman melakukan penangkapan terhadap 25 orang yang diduga berencana melakukan kudeta terhadap pemerintah.
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 08 Desember 2022  |  05:30 WIB
Rusia Terseret Isu Kudeta di Jerman, Begini Kronologinya
Ilustrasi: Bendera Jerman terpasang di sebuah rumah di Dortmund, 19 Juni 2012. - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Polisi Jerman melakukan penangkapan terhadap 25 orang yang diduga berencana melakukan kudeta terhadap pemerintah. Selain itu, mereka juga diduga akan melakukan penyerangan ke parlemen.

Mengutip laporan BBC News, Rabu (7/12/2022), kelompok sayap kanan dan mantan petinggi militer disebut telah mempersiapkan aksi kudeta yang disebut 'Day X' untuk menyerbu gedung parlemen dan merebut kekuasaan dari pemerintah.

Seorang pria bernama Heinrich XIII, dari keluarga bangsawan, diduga menjadi sosok di balik rencana kudeta tersebut. Menurut jaksa federal, dia adalah salah satu dari dua tersangka pemimpin di antara kelompok yang ditangkap di 11 negara bagian Jerman.

Para komplotan dikatakan termasuk anggota ekstremis Reichsbürger (Citizens of the Reich) yaitu gerakan yang telah lama menjadi perhatian polisi Jerman atas serangan kekerasan dan teori konspirasi rasis dan antisemit. Mereka juga menolak mengakui Jerman sebagai negara modern.

Menteri Dalam Negeri Jerman, Nancy Faeser meyakinkan warga bahwa pihak berwenang akan menanggapi dengan kekuatan penuh untuk melawan musuh demokrasi.

Mereka berencana menggulingkan republik dan menggantinya dengan negara baru yang meniru Jerman pada tahun 1871, sebuah kerajaan yang disebut Second Reich.

"Kami belum memiliki nama untuk kelompok ini," kata seorang juru bicara kantor kejaksaan federal dikutip dari BBC News, Rabu (7/12/2022).

Sejumlah penggerebekan yang dilakukan pada Rabu (7/12/2022), digambarkan sebagai salah satu operasi anti-ekstremisme terbesar dalam sejarah Jerman modern. Sebanyak 3.000 petugas diterjunkan dalam 150 operasi di 11 dari 16 negara bagian Jerman, dengan dua orang ditangkap di Austria dan Italia.

Kantor kejaksaan federal mengatakan kelompok itu diduga telah merencanakan kudeta dengan kekerasan terhadap pemerintah Jerman sejak November 2021.

Lantas, siapakah Heinrich XIII? sosok yang diduga menjadi pemimpin dari rencana kudeta tersebut menyebut dirinya sebagai seorang pangeran dan berasal dari keluarga bangsawan yang dikenal sebagai House of Reuss, yang memerintah sebagian negara bagian timur modern Thuringia hingga 1918. Semua anggota keluarga laki-laki diberi nama Heinrich dan juga sebuah angka.

Keturunan bangsawan itu disebut masih memiliki beberapa kastil dan Heinrich sendiri dikatakan memiliki pondok berburu di Bad Lobenstein di Thuringia.

Selain melakukan kudeta, komplotan tersebut diduga memiliki rencana untuk membentuk kekuatan militer yang dijalankan oleh pemimpin kelompok kedua yang diidentifikasi sebagai Rüdiger von P yang juga telah ditetapkan jadi tersangka.

Kelompok tersebut terdiri dari anggota militer aktif dan mantan, menurut para pejabat, dan termasuk mantan tentara elit dari unit khusus. Tujuan dari kekuatan militer adalah untuk menghilangkan badan-badan demokrasi di tingkat lokal. Rüdiger von P diduga mencoba merekrut petugas polisi di Jerman utara dan juga mengawasi barak tentara.

Adapun, tersangka lain yang telah diidentifikasi ialah Vitalia B, seorang wanita Rusia. Dia diduga diminta untuk mendekati Moskow atas nama Heinrich.

Namun, Kedutaan Besar Rusia di Berlin mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya tidak melakukan kontak dengan perwakilan kelompok teroris dan entitas ilegal lainnya.

Sebagai informasi, beberapa aksi kekerasan telah dikaitkan dengan kelompok sayap kanan Jerman dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2020, seorang pria berusia 43 tahun menembak mati sembilan orang asing di kota barat Hanau, dan seorang anggota Reichsbürger dipenjara karena membunuh seorang polisi pada 2016.

Gerakan Reichsbürger diperkirakan memiliki sebanyak 21.000 pengikut, di mana sekitar 5 persen di antaranya dianggap sebagai ekstrem kanan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jerman kudeta Rusia
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top