Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Dewan Keamanan PBB Bahas Situasi Kemanusiaan di Ukraina

Dewan Keamanan PBB mengadakan pertemuan untuk membahas situasi kemanusiaan di Ukraina pada Selasa (6/12/2022).
Arsip - Duta Besar PBB mengheningkan cipta untuk Ukraina selama pertemuan Dewan Keamanan PBB tentang resolusi mengenai tindakan Rusia terhadap Ukraina, di Markas Besar PBB di New York City, AS, 25 Februari 2022./Antara
Arsip - Duta Besar PBB mengheningkan cipta untuk Ukraina selama pertemuan Dewan Keamanan PBB tentang resolusi mengenai tindakan Rusia terhadap Ukraina, di Markas Besar PBB di New York City, AS, 25 Februari 2022./Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Dewan Keamanan PBB mengadakan pertemuan untuk membahas situasi kemanusiaan di Ukraina pada Selasa (6/12/2022).

Deputi Perwakilan Tetap untuk PBB Dmitry Polyansky mengumumkan hal itu pada Senin (5/12/2022).

"Pada 6 Desember, Barat kembali mengadakan pertemuan Dewan Keamanan di Ukraina, memilih masalah kemanusiaan dan perlindungan anak sebagai topik," tulisnya di saluran Telegramnya dikutip TASS.

Diplomat tersebut menjelaskan, bahwa pertemuan dijadwalkan akan dimulai pada pukul 18:00waktu Moskow.

Polyansky  menuturkan dalam pidatonya, negara-negara Barat "akan tergelincir" ke dalam kritik terhadap "serangan terhadap energi Ukraina dan infrastruktur lainnya."

"Tentu saja mereka tidak akan ingat tentang anak-anak Donbass, tapi kami akan mengingatkan mereka," tulisnya.

Pada bulan Desember, India mengambil alih kepemimpinan di Dewan Keamanan PBB.

Sebelumnya, Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan, bahwa Ukraina beralih ke pemadaman darurat untuk menstabilkan jaringan listrik setelah serangan rudal Rusia pada Senin (5/12/2022).

Dia mengatakan banyak daerah yang terkena dampak, dan pemerintah setempat memperingatkan bahwa sekitar setengah dari wilayah Kyiv akan tetap tanpa listrik dalam beberapa hari mendatang.

Semalam, lebih banyak rudal menghantam infrastruktur dan rumah-rumah penduduk di dekat kota selatan Zaporizhzhia, kata pejabat regional.

Saat ini, warga di banyak tempat di Ukraina menghadapi musim dingin (salju) dan suhu di bawah nol. Jutaan warga hidup tanpa listrik dan air mengalir. Ada kekhawatiran bahwa sejumlah orang akan meninggal karena hipotermia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Nancy Junita
Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper