Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Rudal Hantam Polandia, Erdogan: Negara NATO Hormati Rusia

Simak pernyataan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan soal serangan rudal yang hantam Polandia. Benarkah ulah Rusia?
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 16 November 2022  |  14:34 WIB
Rudal Hantam Polandia, Erdogan: Negara NATO Hormati Rusia
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat konferensi pers usai KTT G20 Bali di auditorium Bali International Convention Center (BICC), Rabu (16/11 - 2022). Bisnis / Maria Elena
Bagikan

Bisnis.com, BADUNG - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyampaikan bahwa investigasi jatuhnya rudal ke Polandia akan terus dilanjutkan. Dia juga mengatakan agar negara-negara menghormati pernyataan Rusia. 

"Negara anggota NATO menghormati pernyataan yang diberikan Rusia bahwa rudal yang ditembakkan ke Polandia tidak terkait dengan mereka. Rusia mengatakan insiden ini tidak terkait dengan mereka, pernyataan ini sangat penting bagi kami,” katanya dalam konferensi pers di Media Center, Rabu (16/11/2022).

Saat bertemu Kanselir Jerman Olaf Scholz, Erdogan mengaku NATO sudah menyepakati diperlukan investasi lebih lanjut, tidak dapat dibenarkan untuk mengambil keputusan terburu-buru

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden juga telah memberkan pernyataan bahwa dia mendapatkan informasi bahwa rudal yang jatuh di Polandia dekat perbatasan Ukraina tidak mungkin ditembakkan oleh Rusia.

“ini menunjukkan kemungkinan tidak ada kaitannya dengan Rusia, mungkin ada kesalahan teknis, informasi akan didapatkan setelah investigasi lebih lanjut,” jelasnya,

Erdogan mengatakan, informasi salah yang disebarluaskan berisiko menjerumuskan dunia ke perang dunia ketiga. NATO berencana mempertemukan Rusia dan Ukraina untuk duduk berdialog di meja yang sama sesegera mungkin.

“6 negara NATO telah berkomunikasi dan setelah komunikasi ini, dengan melibatkan AS, terdapat pesan secara umum, bahwa misil yang berasal dari Rusia adalah provokasi dan karenanya, kami ingin secepat mungkin memprtemukan Rusia dan Ukraina untuk duduk di meja yang sama,” jelasnya.

Kementerian Luar Negeri Polandia menyampaikan bahwa rudal buatan Rusia telah jatuh di desa Przewodow, Polandia, dekat perbatasan Ukraina, pada Selasa (15/11/2022) pukul 15.40 waktu setempat. Insiden jatuhnya rudal Rusia di wilayahnya tersebut, membuat Kementerian Polandia memanggil duta besar Rusia.

Akibat rudal Rusia itu, petugas pemadam kebakaran menyatakan dua orang tewas oleh ledakan di sebuah desa di Polandia Timur, sekitar 6 km dari perbatasan dengan Ukraina, seperti dilansir dari CNA, Rabu (16/11/2022).

Merespons kejadian tersebut, Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan sebagian pemimpin negara G20 lain menggelar pertemuan darurat di sela-sela KTT G20 Bali pada Rabu (16/11/2022) untuk membahas serangan rudal yang menghantam Polandia.

Dilansir dari Aljazeera, Joe Biden mengadakan pertemuan di meja konferensi dengan para pemimpin dari sejumlah negara anggota NATO, termasuk Jerman, Kanada, Italia dan Prancis. Sejumlah pemimpin turut hadir, termasuk PM Inggris Rishi Sunak, Presiden Prancis Emmanuel Macron, PM Kanada Justin Trudeau, Presiden Komisi Eropa Ersula von der Leyen, dan Presiden Dewan Eropa Charles Michel. Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida juga ambil bagian meskipun Jepang bukan anggota NATO.

Dalam siaran youtube The White House, Joe Biden mengatakan serangan rudal yang ada terjadi di Polandia bukan ranahnya untuk mengatakan apakah serangan itu dari Rusia atau bukan.

"Itu bukan ranah saya untuk mengatakan rudal tersebut dikirim oleh Rusia," ujar Biden dalam video wawancara di youtube White House Rabu, (16/11/2022).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

g20 KTT G20 rudal Perang Rusia Ukraina Recep Tayyip Erdogan rudal
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top