Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kemenkes Klaim Nihil Kasus Gagal Ginjal Baru Sejak 2 Pekan Terakhir

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengklaim tidak ada penambahan kasus gagal ginjal akut sejak 2 November 2022.
Szalma Fatimarahma
Szalma Fatimarahma - Bisnis.com 16 November 2022  |  13:13 WIB
Kemenkes Klaim Nihil Kasus Gagal Ginjal Baru Sejak 2 Pekan Terakhir
Gagal ginjal akut - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Mohammad Syahril menyampaikan tidak ada penambahan kasus gagal ginjal akut sejak 2 November 2022. Dengan demikian, Kemenkes telah mencatat nihil kasus baru gagal ginjal akut selama dua minggu terakhir.

Syahril menerangkan, sama dengan nihil kasus baru gagal ginjal akut, jumlah pasien yang meninggal akibat penyakit tersebut juga tidak mengalami penambahan. Hingga Selasa (15/11/2022), jumlah kasus meninggal masih sama, yaitu sebanyak 199 kasus.

Adapun, dari total 324 kasus gagal ginjal akut yang dilaporkan hingga Selasa (15/11/2022), 111 di antaranya telah dinyatakan sembuh. Sedangkan 14 kasus lainnya, masih harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

“Dalam dua minggu terakhir ini kasus di tanah air jumlahnya tidak bertambah dan yang dirawat tinggal 14 orang di RSCM,” terang Syahril dalam konferensi pers daring, Rabu (16/11/2022).

14 pasien yang masih menjalani perawatan di RSCM, kata Syahril, memang dinyatakan sebagai pasien yang masuk ke dalam kategori stadium tiga gagal ginjal akut.

Kondisi itulah yang pada akhirnya membuat para pasien harus menjalani perawatan intensif dengan waktu yang cukup lama.

Kendati demikian, Syahril menekankan bahwa, seluruh pasien gagal ginjal akut tersebut telah dinyatakan tidak memiliki penyakit komorbid lainnya.

“Seperti yang saya sampaikan, dia masuk kategori stadium tiga, berarti memang kerusakan ginjalnya cukup parah dengan kondisi-kondisi lain,” jelas Syahril.

Lebih lanjut, Kemenkes menyebut bahwa laporan kasus gagal ginjal akut mulai mengalami penurunan sejak dikeluarkannya surat edaran terkait pemberhentian sementara penggunaan dan pemberian sirop pada 18 Oktober 2022.

Adapun, Syahril mengatakan, cemaran etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) yang terkandung dalam obat sirop memang masih menjadi faktor risiko terbesar dari ditemukannya kasus gagal ginjal akut di Indonesia.

Hingga saat ini, setidaknya terdapat 69 jenis obat sirop yang dinyatakan mengandung EG dan DEG. Seluruh obat tersebut juga telah ditarik dari peredarannya di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kementerian kesehatan gagal ginjal obat sirup
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top