Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Tiga Skenario Jika Surya Paloh Mundur Jadi Ketum NasDem

Aisah Putri Budiarti menilai ada tiga skenario yang mungkin terjadi jika Surya Paloh benar-benar mundur dari posisi ketua umum Partai NasDem.
Surya Dua Artha Simanjuntak
Surya Dua Artha Simanjuntak - Bisnis.com 12 November 2022  |  16:19 WIB
Tiga Skenario Jika Surya Paloh Mundur Jadi Ketum NasDem
Surya Paloh
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Peneliti politik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Aisah Putri Budiarti menilai ada tiga skenario yang mungkin terjadi jika Surya Paloh benar-benar mundur dari posisi ketua umum (ketum) Partai NasDem.

Pertama, secara personal Surya Paloh akan menyatakan mundur, namun dihalangi kader partainya.

“Karena kehendak mayoritas pengurus/kader partai maka beliau urung benar-benar mundur. Apalagi kita tahu bahwa Surya Paloh sebagai pendiri partai punya peran penting bagi soliditas partai, modal sosial-finansial partai, dan lainnya,” jelas Aisah kepada Bisnis, Sabtu (12/11/2022).

Kedua, jika melihat pengalaman Partai Demokrat ketika Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memilih mundur dari jabatan ketum, maka Surya Paloh akan tetap menempati posisi strategis di Partai NasDem, seperti posisi SBY sekarang sebagai ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat.

“Surya Paloh mundur sebagai ketua umum tetapi tetap memiliki posisi strategis pada partai dan menjadi kunci keputusan penting partai. Ketum partai pun merupakan orang kepercayaan Surya Paloh yang bisa melanjutkan legacy dan meneruskan pengaruh politik Surya Paloh,” ujar Aisah.

Ketiga, belajar dari pengalaman Partai Hanura, Surya Paloh akan benar-benar mundur secara total dari partai tersebut. Pengaruh Surya Paloh pun akan berkurang dan struktur partai akan berubah cukup signifikan. Meski begitu, Aisah meyakini perubahannya tak akan seekstrem Hanura.

“Saya rasa kondisi NasDem berbeda dengan Hanura, sehingga mungkin perubahannya tidak akan seperti Hanura. Kita lihat saja,” tutupnya.

Sebelumnya, Surya Paloh mengumumkan dirinya akan mundur dari pimpinan tertinggi partai jika perolehan suara NasDem turun pada Pemilu 2024. Surya mengatakan dirinya sudah tak layak lagi memimpin NasDem jika partai yang dia besarkan tersebut gagal memperoleh suara yang lebih besar dari Pemilu 2019.

"Ini boleh kalian catat, jangan kan menurun atau tidak lulus parliamentary threshold, tidak ada tambahan angka kursi parlemen satu pun itu, artinya nakhoda yang berbicara ini sudah tidak layak lagi memimpin NasDem," ujar Surya kepada awak media di Jakarta Convention Center, Jumat (11/11/2022).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Badan Riset dan Inovasi Nasional-BRIN surya paloh nasdem
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top