Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Update Perang Rusia VS Ukraina Hari ke- 246: Makin Sengit! Ukraina Balas Gencatan dan Serang Tangki Minyak Rusia

Pemerintah Ukraina menasihati para pengungsi yang tinggal di luar negeri untuk tidak kembali sampai musim semi, agar tidak terkena dampak perang.
Anggota Pasukan Pertahanan Teritorial Ukraina berpartisipasi dalam latihan di bekas pabrik aspal di pinggiran Kyiv, Ukraina, Sabtu (19/2/2022)./Bloomberg-Ethan Swope
Anggota Pasukan Pertahanan Teritorial Ukraina berpartisipasi dalam latihan di bekas pabrik aspal di pinggiran Kyiv, Ukraina, Sabtu (19/2/2022)./Bloomberg-Ethan Swope

Bisnis.com, JAKARTA – Perang Rusia vs Ukraina masih terus berlanjut. Memasuki hari ke-246, Ukraina diduga menyerang sebuah depot minyak di kota Shaktars, yang diduga sebagai  upaya balasan atas serangan Rusia di Kyiv semalam.

Dikutip dari The Guardian pada Kamis (27/10/2022), depot minyak yang berlokasi di Kota Shaktarsk yang diduduki Rusia di wilayah Donetsk, Ukraina dilaporkan terbakar.

Kepala administrasi kota yang ditunjuk Rusia, Vitaly Khotsenko,mengatakan bahwa terdapat sebanyak 12 tangki bahan bakar di dekat stasiun kereta api, rusak. Hal ini diduga sebagai akibat dari penembakan oleh pasukan Ukraina. Walikota Alexander Shatov mengklaim pasukan Ukraina menembaki stasiun kereta api Shakhtarsk yang menyebabkan kebakaran.

Sementara itu, semalam pasukan Rusia dilaporkan telah menyerang wilayah Kyiv. Atas peristiwa ini, Gubernur regional Kyiv, Oleksiy Kuleba, tidak mengungkapkan secara detail lokasi serangan.

"Rusia meneror wilayah Kyiv di malam hari. Kami memiliki beberapa pendatang di salah satu komunitas di wilayah tersebut," tulis Kuleba, dikutip dari The Guardian, Kamis (27/10/2022)

Lebih lanjut Kuleba mengungkapkan bahwa saat ini tim penyelamat dan semua layanan darurat sedang dikerahkan di tempat kejadian. 

Rangkuman perang Rusia vs Ukraina hari ke-246:

- Putin pantau latihan kekuatan nuklir negaranya

Presiden Rusia, Vladimir Putin, dikatakan telah memantau latihan kekuatan nuklir strategis yang melibatkan beberapa peluncuran rudal balistik dan jelajah. 

Menteri Pertahanan Sergei Shoigu, melaporkan kepada Putin bahwa latihan militer bertujuan untuk mensimulasikan serangan nuklir besar-besaran oleh Rusia, sebagai pembalasan atas serangan nuklir. 

Latihan tersebut dipandang sebagai kelanjutan dari klaim bom kotor Rusia yang tidak berdasar.

- Rusia kian gencar memperebutkan Kherson 

Prospek pertempuran sengit di kota untuk Kherson semakin dekat, ketika pihak berwenang yang didirikan Rusia mengatakan kepada penduduk untuk pindah ke tepi timur sungai Dnieper. 

Oleksiy Arestovych, seorang penasihat presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengatakan bahwa tidak ada tanda-tanda pasukan Rusia akan meninggalkan kota itu.

- Pihak Ukraina sebut medan di Kherson lebih sulit

Serangan balasan Ukraina terhadap pasukan Rusia di Kherson terbukti lebih sulit daripada di timur laut karena cuaca basah dan medan yang sulit.

- Puluhan ribu warga Kherson telah mengungsi 

"Sekitar 70.000 warga sipil telah meninggalkan rumah mereka di provinsi Kherson dalam waktu seminggu," kata seorang pejabat yang ditempatkan di Moskow, Vladimir Saldo.

- Ukraina menginstruksikan warganya yang mengungsi di luar negeri, tidak kembali dalam waktu dekat

Pemerintah Ukraina menasihati para pengungsi yang tinggal di luar negeri untuk tidak kembali sampai musim semi, di tengah meningkatnya kekhawatiran akan infrastruktur energi negara yang rusak.

“Jaringan tidak akan mampu mengatasi. Lihat apa yang telah dilakukan Rusia, kita harus bertahan hidup di musim dingin," kata Wakil Perdana Menteri Ukraina, Iryna Vereshchuk.

- Ukraina tidak menyangka Rusia akan gunakan nuklir

Menteri Pertahanan Ukraina  Oleksiy Reznikov, mengatakan dia tidak percaya bahwa presiden Rusia, Vladimir Putin akan menggunakan senjata nuklir. 

Putin telah berulang kali mengatakan bahwa Rusia memiliki hak untuk mempertahankan diri dengan menggunakan senjata apa pun di gudang senjatanya, yang mencakup cadangan nuklir terbesar di dunia.

- Badan Kebudayaan PBB UNESCO akan luncurkan platform pelacakan kerusakan di Ukraina

Badan kebudayaan PBB UNESCO mengatakan bahwa mereka akan segera mengeluarkan platform pelacakan, yang menggunakan citra satelit pada sebelum dan sesudah invasi untuk memantau kondisi kehancuran budaya yang ditimbulkan oleh perang Rusia di Ukraina.

Sementara itu, UNESCO mengatakan telah memverifikasi kerusakan pada 207 situs budaya termasuk situs keagamaan, museum, bangunan bersejarah, seni, monumen dan perpustakaan.

- PBB bahas rencana  perpanjangan ekspor biji-bijian Laut Hitam dari Ukraina

Kepala bantuan PBB, Martin Griffiths, mengatakan bahwa pihaknya akan memastikan kesepakatan yang ditengahi PBB yang memungkinkan ekspor biji-bijian Laut Hitam dari Ukraina, dapat diperpanjang melampaui pertengahan November. 

Griffiths melakukan perjalanan ke Rusia dengan pejabat senior perdagangan PBB Rebeca Grynspan bulan ini.

Perjalanan yang dilakukan oleh keduanya itu untuk mendiskusikan kesepakatan dengan pejabat Rusia, yang bertujuan untuk memfasilitasi ekspor biji-bijian dan pupuk Rusia ke pasar global.

- Tewas di Ukraina, jenazah berkenegaraan AS akan diserahkan ke pihak keluarga

Jenazah seorang warga negara AS yang tewas dalam pertempuran di Ukraina telah dilepaskan ke pihak berwenang Ukraina dan akan segera dikembalikan ke keluarga orang tersebut, kata seorang juru bicara departemen luar negeri AS.

Uni Eropa dapat memperkenalkan batas harga gas musim dingin ini untuk membatasi lonjakan harga jika negara-negara memberikan mandat kepada Brussels untuk mengusulkan tindakan tersebut.

- UE pertimbangkan perpanjangan aturan bantuan negara, untuk bantu sektor bisnis yang terdampak di Ukraina

Kepala Kompetisi, Margrethe Vestager mengatakan, regulator UE sedang mempertimbangkan untuk memperpanjang aturan bantuan negara yang lebih mudah yang memungkinkan pemerintah untuk mendukung bisnis yang terkena dampak perang di Ukraina hingga akhir 2023, dengan jumlah yang lebih besar yang diizinkan.

Selain itu,  Vestager  menyebut bahwa aturan yang lebih fleksibel  akan diterbitkan pada bulan Maret dan direvisi pada bulan Juli mendatang.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ileny Rizky
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper