Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jokowi Ungkap Kekuatan Ekonomi Kreatif bagi Indonesia dan Dunia

Ekonomi kreatif diyakini Jokowi mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat hingga menjadi pilar perekonomian inklusif.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 06 Oktober 2022  |  15:55 WIB
Jokowi Ungkap Kekuatan Ekonomi Kreatif bagi Indonesia dan Dunia
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan sambutan pada Konferensi Ekonomi Kreatif Dunia (WCCE) ke-3 di Nusa Dua, Bali, Kamis (6/10). (Tangkapan layar ANTARA - Indra Arief)
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meyakini bahwa ekonomi kreatif (ekraf) menjadi solusi untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat secara luas dan berkelanjutan.

Dia pun mendorong agar Indonesia mengambil peran terdepan untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif sehingga berperan lebih besar dalam pemulihan ekonomi global.

“Ekonomi kreatif dapat menjadi solusi untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat karena mampu mendobrak batas geografis, gender, ras, dan strata ekonomi. Ekraf bisa menjadi pilar utama mendobrak pertumbuhan ekonomi yang inklusif, pertumbuhan ekonomi untuk semuanya,” katanya dalam World Conference on Creative Economy (WCCE), Kamis (6/10/2022).

Tidak hanya itu, Jokowi pun menyebutkan konferensi ini sangat penting dan relevan dengan kebangkitan ekonomi, khususnya hak para pekerja kreatif, dan kekayaan intelektual, inklusivitas, dan agenda SDGS serta masa depan ekonomi kreatif.

Apalagi, dirinya meyakini inovasi dan kreativitas bila ditunjang iklim inovasi yang sehat dan produktif serta dibarengi kebijakan yang adaptif akan mendorong kemajuan peradaban sebuah bangsa.

“Saya berharap World Conference on Creative Economy WCCE Ke-3 ini menghasilkan Bali Creative Economy Roadmap for Global Recovery untuk mengakselerasi proses pemulihan ekonomi nasional dan global yang inklusif serta berkelanjutan,” kata Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi optimistis Indonesia akan mengambil peran terdepan untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif.

Kepala Negara juga meyakini ke depan ekonomi kreatif bisa menjadi pilar utama untuk mendobrak pertumbuhan ekonomi yang inklusif, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di negara lain.

Untuk itu, Presiden mendorong untuk terus memacu pengembangan ekonomi kreatif agar menjadi sektor yang futuristik.

“Pengembangan ekonomi kreatif harus terus dipacu agar menjadi sektor futuristik, tumbuh lebih cepat, lebih besar, dan maju,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Kepala Negara mengatakan, karya ekonomi kreatif saat ini mudah melampaui batas negara dengan perkembangan teknologi digital sehingga mudah menjadi produk global yang dinikmati oleh masyarakat lintas negara.

Di saat pandemi Covid-19 membatasi mobilitas manusia, menurutnya, mobilitas karya ekonomi kreatif tetap mampu bergerak dan bertahan jika dibandingkan sektor lainnya. Bahkan, menurutnya, sejumlah subsektor ekonomi kreatif mampu tumbuh secara signifikan.

“Seperti aplikasi dan pengembang permainan, televisi, dan radio, bahkan tumbuh signifikan dipicu konsumsi konten yang meningkat siginifikan selama pandemi,” lanjutnya.

Terakhir, Jokowi mengapresiasi penyelenggaraan WWCE yang merupakan sebuah inisiatif global sebagi wahana untuk menggaungkan misi kreatif yang inklusif dengan topik pembahasan yang relevan. Presiden berharap penyelenggaraan WWCE ke-3 dapat menghasilkan Bali Creative Economy Roadmap for Global Recovery untuk mengakselerasi proses pemulihan ekonomi nasional dan global.

“Saya berharap World Conference on Creative Economy (WCCE) ke-3 menghasilkan Bali Creative Economy Roadmap for Global Recovery untuk mengakselerasi proses pemulihan ekonomi nasional dan global yang inklusif dan berkelanjutan,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi kreatif Jokowi perekonomian
Editor : Aprianus Doni Tolok
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top