Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kompolnas: Tidak Ada Instruksi Kunci Pintu Kanjuruhan dari Kapolres Malang

Kompolnas memastikan bahwa penggembokan beberapa pintu Stadion Kanjuruhan bukan perintah langsung dari Kapolres Malang.
Lukman Nur Hakim
Lukman Nur Hakim - Bisnis.com 04 Oktober 2022  |  14:58 WIB
Kompolnas: Tidak Ada Instruksi Kunci Pintu Kanjuruhan dari Kapolres Malang
Duka cita untuk tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, yang menewaskan ratusan orang.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) buka suara mengenai tragedi yang menewaskan 125 orang di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022) malam saat Arema kontra dengan Persebaya Surabaya.

Komisioner Kompolnas Albertus Wahyurudhanto mengatakan bahwa kabar mengenai dikuncinya beberapa pintu di Stadion Kanjuruhan bukan perintah dari Kapolres Malang.

“Kami konfirmasi kepada kapolres bahwa tidak ada perintah untuk menutup pintu sehingga harapannya memang 15 menit (sebelum pertandingan berkahir) dibuka tetapi tidak diketahui mengapa ada pintu terkunci,” ujar Albertus di Malang, Selasa (4/10/2022).

Albertus juga mengatakan bahwa secara logika, tidak mungkin seorang polisi memegang kunci dari pintu Stadion. Sebab, secara logika yang memegang kunci pintu Stadion adalah panitia penyelenggara.

“Tetapi kepastiannya nanti membutuhkan pendalaman lagi siapa yang sebetulnya membawa kunci (pintu stadion) itu,” pungkasnya

Selain itu, Albertus juga mengatakan bahwa tidak ada juga perintah dari Kapolres untuk menambakan gas air mata saat kerusuhan terjadi. Hal itu dirinya tekankan karena melihat video rekaman saat apel lima jam sebelum pertandingab dimulai.

“kemudian juga tidam ada perintah dari Kapolres untuk melakukan penguraian massa dengan tindakan resesif yaitu dengan peluru gas air mata,” tuturnya.

Seperti diketahui, tragedi Stadion Kanjuruhan menewaskan ratusan nyawa. Pemerintah mengklaim setidaknya ada 125 orang tewas. Peristiwa ini menjadi tragedi paling mematikan dalam sejarah dunia sepak bola.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kompolnas Tragedi Kanjuruhan
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top