Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wapres Serahkan Bantuan Kemensos dan BPJamsostek ke Warga Kalbar

Wapres menyerahkan bantuan sosial dari Kemensos dan BPJamsostek kepada warga di Kalbar.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 21 September 2022  |  20:50 WIB
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menyerahkan bantuan sosial dari Kementerian Sosial (Kemensos) dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) kepada warga Kalimantan Barat.

Dalam kesempatan tersebut Wapres didampingi Gubernur Kalbar Sutarmidji dan Direktur Pemberdayaan Kelompok Rentan, Kemensos, Dewi Suhartini, menyerahkan bantuan langsung tunai (BLT) Bahan Bakar Minyak (BBM) sembako dan nonsembako kepada 20.650.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan Program Keluarga Harapan (PKH).

"Ini bagian daripada komitmen Pemerintah untuk memberikan bantuan perlindungan sosial dalam rangka menjadi bantalan karena situasi dan kondisi situasi ekonomi juga dalam keadaan tidak baik," katanya kepada wartawan, Rabu (21/9/2022).

BLT BBM ini diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat. BLT BBM diberikan selama 4 bulan, per bulan Rp150.000, dan diberikan dalam 2 tahap sebesar Rp300.000 per KPM.

Adapun, jumlah penerima BLT BBM di Provinsi Kalbar sebanyak 22.203 KPM. Realisasi penyaluran di Kalbar hingga 20 September 2022 mencapai 80 persen atau secara nasional mencapai 87 persen.

Pada kesempatan ini, total bantuan sosial yang diberikan kepada masyarakat miskin dan rentan di Provinsi Kalbar berupa Program PKH tahap III tahun 2022 sebesar Rp134,004 miliar, yakni berupa sembako pada September 2022 sebesar Rp38,949 miliar dan juga BLT BBM pada September dan Oktober 2022 sebesar Rp107,723 miliar.

Selain itu, bantuan lain yang diberikan Kemensos adalah Program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI). Bantuan tersebut diberikan kepada Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) yang terkena dampak kenaikan harga BBM.

"Pemerintah memberikan langsung bantuan kepada yang berhak yaitu orang-orang miskin yang berhak sehingga [harga] bbm tidak yang bisa diambil siapa saja dan orang-orang mampu, ini merupakan kebijakan yang diberikan pemerintah, barangkali itu, dan itu komitmen Pemerintah akan terus berjalan," tuturnya.

Bantuan ATENSI yang diserahkan Wapres pada saat kunjungannya di Pontianak, berupa dukungan pemenuhan kebutuhan hidup layak yang diberikan kepada beberapa klaster PPKS seperti penyandang disabilitas netra, disabilitas fisik, eks orang dengan gangguan jiwa, lanjut usia dan anak yatim piatu akibat Covid-19 dengan total penerima bantuan sebanyak 10 orang.

Bantuan yang diberikan adalah kursi roda adaptif, barang pecah belah, etalase makanan untuk berjualan, bansos Yatim Piatu (YAPI) perlengkapan sekolah, tambahan nutrisi, peralatan kebersihan, kulkas batu es, kantong es, getah karet, mesin peras tebu, mesin cup sealer, tongkat adaptif dan perlengkapan ibadah. Total bantuan ATENSI Kemensos yang disalurkan melalui Sentra Antasena Magelang adalah Rp40,8 juta.

Wapres menyatakan, bantuan yang diberikan merupakan komitmen pemerintah. Selain sebagai upaya merespon kenaikan harga BBM, bantuan juga diberikan berupa santunan kepada penerima manfaat, salah satunya penyandang disabilitas.

“Bantuan [yang diberikan] ada yang [untuk penyandang] disabilitas dan juga BLT BBM. Ini bagian daripada komitmen pemerintah untuk memberikan bantuan perlindungan sosial,” ujarnya.

Sementara itu, ketika menyerahkan bantuan BPJamsostek, Wapres memberikan bantuan kepada 10 orang peserta maupun ahli warisnya dengan total nilai mencapai Rp2,5 miliar.

Santunan yang diberikan terdiri dari manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), serta manfaat beasiswa pendidikan anak dan Return to Work (RTW).

Selama rentang waktu satu tahun hingga Agustus 2022, BPJamsostek telah membayarkan manfaat seluruh program senilai Rp503 juta dengan jumlah kasus lebih dari 75.000. Pada periode yang sama BPJamsostek juga telah memberikan santunan beasiswa pendidikan kepada 926 anak pekerja dari jenjang TK hingga perguruan tinggi dengan total proyeksi nilai sebesar Rp42 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wapres ma'ruf amin bansos BPJAMSOSTEK kalimantan barat blt
Editor : Aprianus Doni Tolok
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top