Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PM Inggris Liz Truss Berharap Bertemu Joe Biden usai Pemakaman Ratu Elizabeth II

Juru bicara Liz Truss Max Blain menyatakan bahwa perjumpaan pertama yang diharapkan tidak akan menjadi pertemuan bilateral formal.
Nabila Dina Ayufajari
Nabila Dina Ayufajari - Bisnis.com 16 September 2022  |  16:48 WIB
PM Inggris Liz Truss Berharap Bertemu Joe Biden usai Pemakaman Ratu Elizabeth II
Perdana Menteri Inggris Liz Truss menyampaikan penghormatan kepada Ratu Elizabeth II yang meninggal dunia pada usia 96 tahun, Kamis (8/9 - 2022) / Twitter Liz Truss.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Perdana Menteri Inggris Liz Truss berharap bisa bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden ketika ia mengunjungi Inggris untuk pemakaman Ratu Elizabeth II. Ini akan menandakan pertemuan pertama Truss dengan Biden.

Dilansir dari Bloomberg pada Jumat (16/9/2022), pemakaman kenegaraan akan diadakan di Westminster Abbey di depan 2.000 tamu, termasuk kepala negara dan pemerintahan, serta bangsawan Eropa.

Diketahui, Presiden Biden dan istrinya, serta presiden Prancis, Jerman, Italia, Turki, Brasil, dan Israel telah mengonfirmasi kehadiran mereka. Kaisar Naruhito dan istrinya Permaisuri Masako dari Jepang juga akan menjadi salah satu dari 500 pejabat yang hadir dari seluruh dunia.

Juru bicara Truss Max Blain menyatakan bahwa perjumpaan pertama yang diharapkan tidak akan menjadi pertemuan bilateral formal. Blain menggambarkan perjumpaan mereka sebagai obrolan untuk menyampaikan belasungkawa atas kematian Ratu, tetapi kemungkinan ada perbincangan politik tidak bisa dipungkiri.

Rumah pedesaan Chevening milik pemerintah akan digunakan sebagai salah satu tempat pertemuan dan lainnya akan diadakan di London.

Pertemuan Truss dan Biden diperkirakan akan canggung. Ini karena hubungan antara Truss dan pemerintahan Biden tegang karena ancaman Inggris untuk membatalkan kesepakatan perdagangan pascaBrexit di Irlandia Utara.

Truss diperkirakan juga berbicara dengan PM Irlandia Michael Martin disela-sela pemakaman, di tengah hubungan yang tegang antara kedua negara atas perselisihan yang sedang berlangsung atas Protokol Irlandia Utara.

Presiden Prancis Emmanuel Macron pun telah mengonfirmasi kehadirannya di pemakaman setelah menyampaikan belasungkawa negaranya dalam panggilan telepon kepada Raja Charles III.

Presiden Macron mengungkapkan hubungan tak tergoyahkan antara Prancis dan Inggris, saat dia berjanji untuk memperkuat hubungan mereka dengan mengikuti jejak mendiang Ratu.

“Hubungan antara Prancis dan Inggris tidak dapat dipatahkan. Kami akan terus memperkuat mereka, mengikuti jalan yang ditetapkan oleh Yang Mulia Ratu Elizabeth II,” tulis Presiden Macron di Twitternya kemarin, Kamis (15/9/2022), dikutip pada Jumat (16/9/2022).

Namun, Truss mungkin harus menjelaskan komentar yang dibuat selama pertarungan kepemimpinan Konservatif. Saat itu, dia mengatakan “jury’s out” mengenai apakah Presiden Macron adalah “teman atau musuh.”

Truss juga diperkirakan tidak akan bertemu dengan Wakil Presiden China Wang Qishan, yang akan menghadiri pemakaman sebagai pengganti Presiden Xi Jinping pada Senin mendatang (19/9/2022). Ini karena Truss secara terang-terangan menunjukkan tindakan kerasnya terhadap campur tangan China dalam kehidupan publik Inggris dan dugaan pelanggaran hak asasi manusianya. Meskipun, China membantah telah melakukan kesalahan.

Pejabat Kementerian Luar Negeri telah menulis 1.000 undangan untuk upacara pemakaman hari Senin (19/9/2022) dan resepsi pada Minggu (18/9/2022) yang akan diadakan oleh Raja Charless III untuk menyambut pejabat luar negeri yang berkunjung.

Inggris mengirim undangan ke semua negara yang memiliki hubungan diplomatik, kecuali Rusia, Belarusia, dan Myanmar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Joe Biden Liz Truss ratu elizabeth inggris kerajaan inggris
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top