Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Psikolog Forensik Sebut Pemeriksaan Lie Detector pada Putri Candrawathi Tidak Efektif

Psikolog Forensik menyebut penggunaan lie detector dalam proses pemeriksaan istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi tidaklah efektif.
Szalma Fatimarahma
Szalma Fatimarahma - Bisnis.com 06 September 2022  |  14:05 WIB
Psikolog Forensik Sebut Pemeriksaan Lie Detector pada Putri Candrawathi Tidak Efektif
Ilustrasi - Reuters/Arnd Wiegmann
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Psikolog Forensik Reza Indragiri menyebut penggunaan lie detector atau alat pendeteksi kebohongan dalam proses pemeriksaan istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi tidaklah efektif.

Perangkat lie detector biasanya disebut sebagai poligraf yang bekerja seperti mesin pancacat data. Adapun dalam penggunaannya, perangkat tersebut akan bertumpu pada subjektivitas pemeriksa. Hal itu lah yang akhirnya dapat berdampak terhadap hasil pemeriksaan dengan menggunakan lie detector.

Reza menerangkan, lie detector hanya mampu melakukan pendeteksian terhadap perubahan fisiologis pada tubuh yang dalam derajat tertentu dapat disimpulkan sebagai indikasi kebohongan.

"Apalagi jika subjek yang diperiksa berada dalam ancaman. Misalnya, ruangan yang tidak nyaman atau pemeriksaan malam hingga dini hari. Akibatnya, tubuh lelah, otomatis data fisiologis juga berubah. Mau jujur pun, kondisi tubuhnya berubah," kata Reza kepada Bisnis, Selasa (6/9/2022). 

Selain itu, ketidakuratan lie detector juga bisa ditemukan pada hasil pemeriksaan yang tak dapat dibuktikan secara saintifik atau pseudoscience. Terdapat dua jenis tingkat kesalahan yang digunakan lie detector. Pertama false negatif dan false positive.

"Tidak efektif, bahkan hanya pseudoscience saja itu. Toh Kapolri menekankan harus berdasar saintifik," terang Reza. 

False negative, katanya, merupakan kondisi di mana seseorang yang bersalah gagal dalam pemeriksaan melalui poligraf dan dinyatakan telah menyampaikan kebohongan. Sedangkan false positive adalah kondisi di mana seseorang yang bersalah telah berhasil mengelabui pemeriksa dan divonis jujur melalui pemeriksaan poligraf tersebut.

Reza menjelaskan, paremeter itu lah yang akhirnya membuat tingkat false negative lebih banyak ditemukan dalam berbagai hasil pemeriksaan. Hal ini tentu menandakan bahwa hasil tersebut kerap kali didasarkan oleh keterangan palsu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Ferdy Sambo psikolog Putri Candrawathi Pembunuhan Brigadir J
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top