Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bom Bunuh Diri Meledak Dekat Kedutaan Besar Rusia di Afghanistan

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan seorang pria tak dikenal meledakkan diri di sekitar pintu masuk ke bagian konsuler Kedutaan Besar Rusia di Kabul.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 05 September 2022  |  19:59 WIB
Bom Bunuh Diri Meledak Dekat Kedutaan Besar Rusia di Afghanistan
Kota Kabul di Afghanistan. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Bom bunuh diri meledak di luar kedutaan Rusia di Kabul, Afghanistan, pada Senin (5/9/2022) dan menewaskan sedikitnya dua anggota staf kedutaan. Seorang juru bicara Taliban mengonfirmasi ledakan tersebut.

Dilansir Bloomberg, Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan seorang pria  tak dikenal meledakkan diri di sekitar pintu masuk ke bagian konsuler Kedutaan Besar Rusia di Kabul.

"Dua pegawai misi diplomatik tewas, dan ada korban di antara warga Afghanistan juga," demikian pernyataan Kemenlu Rusia.

Sementara itu, wakil juru bicara Taliban mengatakan Pemerintah Taliban Afghanistan tengah menyelidiki insiden itu.

Ledakan itu terjadi sekitar pukul 11.00 waktu setempat. Seorang pembom bunuh diri mendekati kedutaan, pejabat keamanan Afghanistan menembaki dia sebelum ledakan terjadi, menurut juru bicara polisi Kabul Khalid Zadran.

Kedua pegawai misi diplomatik tersebut tengah berhubungan dekat dengan dinas keamanan Afghanistan yang sedang melakukan penyelidikan.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan Taliban telah memperkuat keamanan di sekitar kedutaan dan pejabat intelijen Afghanistan sedang menyelidiki insiden itu.

“Kami berharap mereka yang melakukan aksi teroris ini mendapatkan hukuman yang pantas mereka dapatkan sesegera mungkin,” kata Lavrov.

Sejauh ini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Rusia adalah salah satu dari sedikit negara di dunia yang tetap membuka kedutaan besarnya di Kabul dan mengundang diplomat Taliban ke Moskow setelah kelompok militan itu kembali berkuasa setahun lalu menyusul penarikan pasukan Amerika yang kacau dari Afghanistan.

Pakar Central Asia Arkady Dubnov mengatakan peran Rusia di Afghanistan sejak penarikan AS telah menguat berkat pendekatannya terhadap Taliban, dan ini ditentang oleh elemen-elemen yang lebih radikal di dalam negeri.

“Moskow telah berhasil menjalin kerjasama yang cukup baik dengan Taliban. Tindakan teroris ini tampaknya bertujuan untuk hal itu,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bom bom bunuh diri taliban Rusia
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top