Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Darya Dugina, Putri Propagandis Putin Tewas dalam Bom Mobil di Moskow

Denis Pushilin, pemimpin proksi Rusia dari Donetsk yang diduduki Ukraina, dengan marah menyalahkan teroris rezim Ukraina atas ledakan itu.
Farid Firdaus
Farid Firdaus - Bisnis.com 21 Agustus 2022  |  08:16 WIB
Darya Dugina, Putri Propagandis Putin Tewas dalam Bom Mobil di Moskow
Darya Dugina, putri dari ideolog Rusia sayap kanan atau umum dikenal sebagai otak Putin Alexander Dugin - Twitter.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Darya Dugina, putri dari ideolog Rusia sayap kanan atau umum dikenal sebagai ‘otak Putin’ Alexander Dugin, dilaporkan tewas dalam insiden bom mobil di Moskow pada Sabtu malam (20/8/2022) waktu setempat.

Mengutip Daily Beast, Minggu (21/8/2022), gambar ledakan bom mobil itu beredar luas di Telegram oleh laporan media Rusia Baza dan media Ukraina 112, yang menyebutkan bahwa Darya Dugina, putri Alexander Dugin, tewas seketika dalam ledakan tersebut.

Sementara itu, kantor berita TASS Rusia mengutip sumber penegak hukum yang mengkonfirmasi bahwa Toyota Land Cruiser Prado telah meledak, tetapi mereka tidak mengkonfirmasi identitas pengemudi, hanya menggambarkan korban tersebut adalah perempuan. Namun, seorang pria yang diidentifikasi oleh TASS sebagai kenalan Dugina, membenarkan bahwa Dugina tewas di tempat.

Adapun laporan Baza menyebutkan bahwa Dugina, 29, telah pulang dari festival sastra dan musik yang disebut "Tradisi" ketika ledakan terjadi. Dia dilaporkan berada di belakang kemudi hanya 10 menit sebelum ledakan.

Menurut Pyotr Lundstrem, seorang pemain biola Rusia yang dikutip oleh Baza, Alexander Dugin seharusnya berada di dalam kendaraan bersama putrinya tetapi masuk ke mobil yang berbeda pada detik-detik terakhir.

Denis Pushilin, pemimpin proksi Rusia dari Donetsk yang diduduki Ukraina, dengan marah menyalahkan teroris rezim Ukraina atas ledakan itu. Dia menulis di Telegram bahwa mereka telah berusaha membunuh Alexander Dugin, tetapi malah ‘meledakkan’ putrinya.

“Untuk mengenang Darya yang penuh kasih, dia adalah gadis Rusia sejati,” tulis Pushilin.

Saluran Telegram Pro-Kremlin dan halaman media sosial juga menyalahkan Ukraina atas ledakan itu dan meminta Rusia untuk membalas kematian Dugina.

Foto-foto yang dibagikan oleh Baza tampaknya menunjukkan Dugin putus asa di tempat kejadian, memegangi kepalanya dengan kedua tangan saat dia berdiri di depan reruntuhan yang masih menyala akibat kobaran api.

Para penyelidik dilaporkan melihat ledakan itu sebagai serangan yang ditargetkan yang mungkin ditujukan untuk Alexander Dugin.

Sebagai catatan, Alexander Dugin dikenal sebagai seorang filsuf yang secara luas diyakini sebagai kepala arsitek ideologi "Dunia Rusia" Vladimir Putin dan kekuatan pendorong di balik agresinya terhadap Ukraina.

Darya Dugina telah terang-terangan mendukung perang Rusia melawan Ukraina, dan dia diberi sanksi oleh pemerintah AS pada Maret sehubungan dengan perannya dalam operasi dijalankan Kremlin yakni Proyek Lakhta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Rusia vladimir putin Perang Rusia Ukraina bom

Sumber : Daily Beast

Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top