Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Rusia Berduka, Putri Sahabat Vladimir Putin Dikabarkan Meninggal dalam Serangan Bom

Vladimir Putin berduka, anak sahabatnya meninggal di dekat Moscow karena menjadi korban bom.
Hesti Puji Lestari
Hesti Puji Lestari - Bisnis.com 21 Agustus 2022  |  09:07 WIB
Rusia Berduka, Putri Sahabat Vladimir Putin Dikabarkan Meninggal dalam Serangan Bom
Vladimir Putin
Bagikan

Bisnis.com, SOLO - Seorang prempuan bernama Darya Dugin dikabarkan meninggal setelah mobilnya meledak dalam perjalanan pulang.

Darya Dugin adalah putri dari salah satu filsuf kenamaan Rusia sekaligus sahabat Vladimir PutinAleksandr Dugin.
Darya Dugin sendiri adalah seorang jurnalis dan komentator terkemuka yang mendukung invasi Rusia.

Aleksandr Dugin adalah seorang ideolog ultra-nasionalis terkemuka yang diyakini dekat dengan presiden Rusia, Vladimir Putin. Bahkan Dugin disebut-sebut sebagai salah satu "Otaknya" Putin.

Menurut outlet media Rusia 112, pasangan ayah dan anak itu tengah melakukan perjalanan kembali dari sebuah acara pada Sabtu malam di mobil yang sama.

Akan tetapi kemudian, Aleksandr Dugin membuat keputusan untuk bepergian secara terpisah dari putrinya pada menit terakhir.

Namun menurut rekaman yang beredar, mendadak mobil putrinya meledak tak jauh dari tempat Aleksandr Dugin berada.

Seorang pejabat penegak hukum yang tidak disebutkan namanya mengkonfirmasi kepada kantor berita RIA bahwa sebuah mobil telah terbakar di jalan raya di distrik Odintsovo wilayah Moskow.

BBC melaporkan jiak belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Rusia hingga kini.

Meski demikian, dugaan sementara berkaitan dengan karya-karya Aleksandr yang sangat berpengaruh terhadap pemerintahan Rusia, terutama Putin.

Tulisan ultra-nasionalis Aleksandr Dugin dikreditkan dengan sangat membentuk pandangan dunia Vladimir Putin dan dia terkait erat dengan invasi Rusia ke Ukraina.

Ideolog itu sebelumnya telah menyatakan dukungannya untuk agresi Rusia terhadap Ukraina dan ditempatkan di bawah sanksi AS pada 2015 karena dugaan keterlibatannya dalam pencaplokan Krimea oleh Moskow pada 2014.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vladimir putin Rusia Filsafat
Editor : Hesti Puji Lestari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top