Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rusia Kembali Putuskan Aliran Gas ke Eropa

Rusia telah menghentikan aliran gas melalui pipa Nord Stream 1 ke Eropa dengan alasan melakukan perbaikan, sehingga kian mengkhawatirkan warga.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 01 September 2022  |  06:38 WIB
Rusia Kembali Putuskan Aliran Gas ke Eropa
Produsen gas Rusia Gazprom menyatakan berhenti mengirim gas ke Latvia setelah menuduhnya melanggar perjanjian pasokan. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Rusia telah menghentikan aliran gas melalui pipa Nord Stream 1 ke Eropa dengan alasan melakukan perbaikan, sehingga kian mengkhawatirkan warga di wilayah tersebut, karena tingginya kebutuhan pasokan energi pada musim dingin.

Penghentian aliran gas di jalur pipa Laut Baltik pada pukul 05.00 pagi kemarin akan berlangsung selama tiga hari, menurut pernyataan Gazprom, perusahaan energi negara Rusia seperti dikutip TheGuardian.com, Kamis (1/9/2022).

Perusahaan itu telah memperingatkan dua minggu lalu bahwa pemadaman akan terjadi, tetapi pemerintah Jerman menyatakan belum diberitahu secara resmi.

Pemerintah negara itu menerima informasi melalui media sosial setelah diposting di saluran Telegram Gazprom.

Dalam beberapa bulan terakhir, aliran gas telah berkurang hingga 40 persen dari tingkat yang diharapkan.

Pada bulan Juli, aliran dihentikan untuk pemeliharaan terjadwal dan dilanjutkan lagi setelah 10 hari, tetapi hanya 20 persen dari kapasitas.

Moskow menyalahkan kegagalan Jerman untuk mengembalikan peralatan vital karena sanksi yang dikenakan pada Rusia.

Pemerintah Jerman menolak klaim tersebut dan menyebutnya sebagai "pura-pura". Dikatakan, bahwa Nord Stream "beroperasi penuh" dan tidak ada masalah teknis.

Sejak menginvasi Ukraina, Rusia telah memutus pasokan gas ke Bulgaria, Denmark, Finlandia, Belanda, dan Polandia sepenuhnya, dan mengurangi aliran melalui jalur pipa lainnya.

Pada Rabu (31/8/2022) pagi, Rusia menuduh pemerintah Jerman melakukan segala cara untuk menghancurkan hubungan energinya dengan Moskow.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Maria Zakharova mengatakan Jerman turut bersalah karena "berusaha untuk sepenuhnya memutuskan" ikatan energi antara kedua negara.

Jerman berpacu dengan waktu untuk mengamankan pasokan energinya setelah mengurangi ketergantungannya pada gas Rusia dari sekitar 55 persen pada Februari menjadi sekitar 26 persen saat ini. Caranya dengan mengurangi penggunaan dan mencari sumber impor alternatif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Perang Rusia Ukraina eropa jerman
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top