Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengacara Dirut Taspen Bantah Kamaruddin Simanjuntak soal Isu Ribuan Video Asusila

Kuasa hukum Direktur Utama PT Taspen membantah klaim pengacara Kamaruddin Simanjuntak soal kepemilikan ribuan video asusila kliennya.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 29 Agustus 2022  |  16:15 WIB
Pengacara Dirut Taspen Bantah Kamaruddin Simanjuntak soal Isu Ribuan Video Asusila
Kuasa hukum keluarga Brigadir J, korban peristiwa dugaan baku tembak antaranggota Polisi di rumah dinas Kepala Divisi Propam Polri Irjen Pol. Ferdy Sambo, Kamaruddin Simanjuntak (tengah) menunjukkan bukti foto korban usai pelaporan di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Senin (18/7/2022). - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kuasa hukum Direktur Utama PT Taspen ANS Kosasih, Duke Arie Widagdo membantah klaim pengacara mantan istri kedua Kosasih, Kamaruddin Simanjuntak soal kepemilikan ribuan video asusila kliennya dengan para wanita simpanannya.

Diketahui, Kamaruddin yang juga pengacara Brigadir Nofriansyah Yosua alias Brigadir J ini, sempat menuding Kosasih memiliki ribuan video porno hingga pengelolaan dana capres Rp300 triliun.

"Bahwa semua tudingan KS (Kamaruddin Simanjuntak) tidak benar dan terbantahkan dengan bukti-bukti yang kami miliki," kata Duke dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (29/8/2022).

Dia mengaku akan menyerahkan bukti-bukti tersebut kepada pihak kepolisian. Lebih lanjut, dia mengaku akan melaporkan Kamaruddin terkait dugaan pencemaran nama baik.

"Nanti semua bukti-bukti ini akan kami serahkan ke pihak kepolisian untuk diadu kebenarannya," katanya.

Sebelumnya, Kementerian BUMN yang dipimpin oleh Menteri BUMN Erick Thohir kecewa atas munculnya isu mengenai pengelolaan dana capres Rp300 triliun oleh Direktur Utama Taspen yang dikaitkan dengan wanita simpanan.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Mahendra Sinulingga menjelaskan mencuatnya kasus ini bermula dari isu personal terkait perceraian Direktur Utama Taspen ANS Kosasih dengan bekas istrinya Rina Lauwy.

Adapun, kuasa hukum Rina Lauwy adalah Kamaruddin Simanjuntak.

"Pertama saya kecewa, ini urusan pribadi mereka, Kamaruddin itu lawyer perceraian. Dirut Taspen mengadukan ke polisi, [Kamarudin mengungkapkan] saya punya video porno, apa hubungannya?" jelasnya di sela Launching UMKM BUMN Go Online, Senin (29/8/2022).

Lebih lanjut, Arya menjelaskan nilai dana sebesar Rp300 triliun merupakan total dana kelolaan PT Taspen. Dengan begitu, dana tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan kepemilikan pribadi direktur utama maupun dana capres.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

taspen BUMN video porno
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top