Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Komnas HAM: Kehadiran Irwasum Polri di TKP Penembakan Brigadir J Tidak untuk Intervensi

Komnas HAM menjelaskan alasan kehadiran Irwasum Polri di rumah Ferdy Sambo, TKP pembunuhan Brigadir J.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 15 Agustus 2022  |  17:40 WIB
Komnas HAM: Kehadiran Irwasum Polri di TKP Penembakan Brigadir J Tidak untuk Intervensi
Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara (kiri) meninjau tempat kejadian perkara di rumah dinas mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta, Senin (15/8/2022). Kedatangan Komnas HAM tersebut untuk memeriksa tempat kejadian perkara dan menyandingkan atau membandingkan dengan data-data dan keterangan yang telah diperoleh Komnas HAM dalam kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menjelaskan alasan kehadiran Inspektur Pengawas Umum (Irwasum) Polri Komjen Agung Budi Maryoto saat pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua alias Brigadir J.

Komisioner Komnas HAM Beka Ulung mengatakan kehadiran Irwasum di rumah dinas Ferdy Sambo tidak mengintervensi Komnas HAM yang akan melakukan pengecekan TKP. Menurut Beka, Agung datang sebagai ketua tim khusus kasus pembunuhan Brigadir J.

"Iya sebagai ketua timsus. tidak adanya upaya mempengaruhi segala macam krna mereka tidak terlibat jadi hanya ingin menyambut komnas, mempersilakan," kata Beka kepada wartawan di Jakarta, Senin (15/8/2022).

Dia mengatakan Irwasum Polri memberikan akses dan transparan saat Komnas HAM melakukan pemeriksaan di TKP.

"Memberi akses seluas luasnya terhadap komnas untuk bekerja itu saja," katanya.

Tim Komnas HAM yang terdiri dari Komisioner Komnas HAM Beka Ulung dan Choirul Anam mengecek TKP Pembunuhan Brigadir J pada hari ini, Senin (15/8/2022).

Selain tim Komnas HAM, ada pula Irwasum Polri Komjen Agung Budi Maryoto, Kadiv Humas Polri Irjen Dedy Prasetyo, Karo Penmas Polri Ahmad Ramadhan, hingga pihak Kompolnas.

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengatakan dari hasil pengecekan TKP, indikasi perintangan penyidikan alias obstruction of justice makin kuat.

"Nah tadi apakah terkait obstruction of justice mislanya indikasihya semakin kuat," kata Anam.

Dalam pemeriksaan TKP tersebut, Komnas HAM mencocokkan semua temuan yang didapat dengan kondisi di TKP.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

komnas ham Pembunuhan Brigadir J Ferdy Sambo
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top