Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Disebut Sponsori Teroris, Rusia Ancam Putus Hubungan dengan AS

Hubungan antara Rusia dan AS terus memanas. Terakhir, Rusia akan memutus hubungan dengan AS jika Senat AS mengesahkan UU yang menyebut Rusia sponsor terosis.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 14 Agustus 2022  |  17:05 WIB
Disebut Sponsori Teroris, Rusia Ancam Putus Hubungan dengan AS
Presiden Rusia Vladimir Putin memasuki aula untuk bertemu dengan kandidat yang berpartisipasi dalam pemilihan presiden sesi terakhir, di Kremlin di Moskow. - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA-- Rusia mengancam akan memutus hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat (AS) jika Senat AS mengesahkan undang-undang yang menyebut Rusia sebagai "negara sponsor terorisme".

Kepala Departemen urusan Amerika Utara Kementerian Luar Negeri Rusia, Alexander Darchiev mengatakan bahwa pengaruh AS di Ukraina telah meningkat ke tingkat yang membahayakan.

Menurutnya, "negara itu semakin menjadi pihak yang terlibat langsung dalam konflik" seperti dikutip Aljazeera.com, Minggu (14/8/2022).

Amerika Serikat dan Eropa, yang dikhawatirkan terseret langsung ke dalam perang, telah menolak permintaan Ukraina untuk membentuk zona larangan terbang.

Tujuan pembentukan zona larangan terbang adalah untuk membantu melindungi langitnya dari rudal dan pesawat tempur Rusia.

Pada 3 Agustus lalu, Rusia menuduh Amerika Serikat terlibat langsung dalam perang Ukraina setelah negeri Paman Sam itu mengirim sejumlah persenjataan berat seperti sistem HIMARS untuk pihak Kyiv.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan komentar yang dibuat oleh Vadym Skibitsky, Wakil Kepala Intelijen Militer Ukraina, kepada surat kabar Inggris Telegraph menunjukkan bahwa Washington terlibat dalam konflik meskipun ada pernyataan bahwa pihaknya membatasi perannya pada pasokan senjata.

Skibitsky mengatakan kepada surat kabar tersebut bahwa ada konsultasi antara pejabat intelijen AS dan Ukraina sebelum serangan dan Washington memiliki hak veto yang efektif pada target yang dimaksudkan.

Namun, dalam laporan tersebut, pejabat AS tidak memberikan informasi terkait penargetan langsung.

Hubungan AS-Rusia selama ini mengalami pasang surut dan memburuk sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februri lalu.

Pertemuan pada 16 Juni 2021 di Jenewa antara Presiden AS Joe Biden dan Presiden Rusia Vladimir Putin memberikan dorongan positif bagi hubungan bilateral AS-Rusia yang semakin dalam pasca-Perang Dingin.

Kedua belah pihak membuat kemajuan sederhana di bulan-bulan berikutnya, namun tergelincir oleh perang pilihan Putin melawan Ukraina.

Perang Rusia-Ukraina akan membuat waktu yang lama untuk pemulihan hubungannya dengan Rusia karena keberpihakan AS pada Ukraina meski sebelumnya hubungan AS-Rusia dapat mendekati "normal."

Putin tidak suka ketika Biden menyebutnya sebagai pembunuh pada Maret 2021, tetapi hal itu tidak menghalangi presiden Rusia untuk menerima undangan Biden untuk bertemu di Jenewa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Rusia amerika serikat Perang Rusia Ukraina
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top