Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rangkuman Perang Hari ke-171: Ukraina Klaim Hancurkan Gudang Amunisi Rusia

Ukraina mengklaim bahwa pasukan mereka sekarang memiliki kemampuan menyerang hampir di semua wilayah yang diduduki oleh pasukan Rusia.
Lukman Nur Hakim
Lukman Nur Hakim - Bisnis.com 13 Agustus 2022  |  11:04 WIB
Rangkuman Perang Hari ke-171: Ukraina Klaim Hancurkan Gudang Amunisi Rusia
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mendatangi wilayah Kharkiv yang telah hancur diserang pasukan Rusia - The Moscow Times
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Perang Rusia-Ukraina hari ini sudah memasuki hari ke-171. Pada hari ke 171 ini pasukan Ukraina mengatakan telah menghantam gudang amunisi Rusia di dekat jembatan utama di wilayah selatan.

Lalu, Ukraina mengklaim bahwa pasukan mereka sekarang memiliki kemampuan untuk menyerang hampir di semua wilayah yang diduduki oleh pasukan Rusia. Selain peristiwa tersebut terdapat beberapa peristiwa lainnya yang terjadi di hari ke-171 perang antara Rusia dan Ukraina.

Melansir dari laman The Guardian, Sabtu (13/8/2022) berikut rangkuman hari ke-171 perang Rusia dan Ukraina.

PBB Desak Zona Demiliterisasi di Wilayah Zaporizhzhia

PBB telah mendesak zona demiliterisasi di sekitar pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia karena beberapa kali Rusia dan Ukraina melakukan pertempuran di wilayah tersebut.

Perusahaan energi nuklir Ukraina mengatakan pembangkit listrik tenaga nuklir ini telah ditembaki lima kali oleh pasukan Rusia pada hari Kamis (11/8/2022) mengakibatkan tidak adanya kegiatan saat serangan itu terjadi

Valentyn Reznichenko, gubernur wilayah Dnipropetrovsk mengatakan tiga warga sipil yang terluka dalam penembakan di Marhanets, sebuah kota di seberang pabrik pembangkit listrik tenaga nuklir.

Volodymyr Zelensky Imbau Pejabat Negara Tak Buka Taktik Militer ke Media

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memerintahkan kepada para pejabat untuk tidak memberitahukan taktik militer yang sedang direncanakan oleh Ukraina kepada awak media.

Hal ini ditegaskan setelah surat kabar New York Times dan Washington Post mengutip pejabat tak dikenal dari Ukraina  yang mengatakan pasukan Ukraina bertanggung jawab atas ledakan besar yang menghancurkan pangkalan udara Rusia di Krimea. Sebab, sampai saat ini pemerintah di Kyiv menolak untuk mengatakan apakah mereka berada di balik ledakan tersebut atau bukan.

Serangan ke Krimea Bukti Pasukan Ukraina Semakin Maju

Ledakan yang terjadi terhadap pangkalan udara Rusia di Krimea menunjukkan bahwa pasukan Ukraina telah memperoleh kemampuan serangan jarak jauh baru yang cukup signifikan dalam perang melawan Rusia.

Diketahui, pangkalan itu jauh di luar jangkauan roket canggih yang negara-negara barat kirimkan ke Ukraian. Akibat serangan ini, ahli militer barat mengatakan skala kerusakan dan ketepatan serangan menunjukkan kemampuan baru yang kuat dari persenjataan Ukraina.

Ukraina Minta PBB dan Palang Merah Internasional Bebaskan Tawanan Perang

Badan keamanan Ukraina mengeluarkan pernyataan kepada PBB dan Komite Internasional Palang Merah untuk mengirim perwakilan ke lokasi yang terdapat tawanan perangan Ukraina yang ditahan oleh pasukan Rusia.

Permintaan ini dikirimkan pada hari Jumat (12/8/2022) mengikuti tuduhan sebelumnya oleh Kyiv bahwa pasukan Moskow telah menyiksa dan mengeksekusi tahanan, termasuk dengan melakukan ledakan di kamp PoW Ukraina di Olenivka.

India Ungkap Tak Ada Tekanan Impor Energi dari Rusia

India mengatakan tidak ada tekanan dari negara-negara barat atau darimana pun atas pembelian energi dari Rusia. Hal ini dikarenakan perusahaan-perusahaan India meningkatkan impor minyak dan batu bara dari negara yang dijauhi karena invasi Rusia ke Ukraina. India diketahui sebagai importir minyak mentah terbesar ketiga di dunia, menyalip China untuk menjadi pembeli terbesar minyak Rusia pada Juli berdasarkan volume laut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Perang Rusia Ukraina Volodymyr Zelensky PBB
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top