Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Johnson & Johnson Setop Jual Bedak Bayi Berbahan Talk pada 2023, Mengapa?

Johnson & Johnson mengumumkan akan berhenti menjual bedak bayi berbahan dasar talk secara global pada 2023.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 12 Agustus 2022  |  10:34 WIB
Johnson & Johnson Setop Jual Bedak Bayi Berbahan Talk pada 2023, Mengapa?
Johnson & Johnson mengumumkan akan berhenti menjual bedak bayi berbahan dasar talk secara global pada 2023. - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Johnson & Johnson mengumumkan akan berhenti menjual bedak bayi berbahan dasar talk secara global pada 2023.

Dikutip dari Channelnewsasia.com, Jumat (12/8/2022), keputusan itu disampaikan Johnson & Johnson pada Kamis (11/8/2022), lebih dari dua tahun setelah mengakhiri penjualan produk  di Amerika Serikat (AS) setelah menarik ribuan tuntutan hokum atas keselamatan konsumen.

"Sebagai bagian dari penilaian portofolio di seluruh dunia, kami telah membuat keputusan komersial untuk beralih ke portofolio bedak bayi berbasis tepung jagung," katanya, seraya menambahkan bahwa bedak bayi berbasis tepung jagung sudah dijual di negara-negara di seluruh dunia.

Pada tahun 2020, J&J mengumumkan bahwa mereka akan berhenti menjual bedak bayi di AS dan Kanada karena permintaan terhadap produk itu turun setelah muncul rentetan persoalan hukum perihal keamanan bedak bayi itu.

Perusahaan ini menghadapi sekitar 38.000 tuntutan hukum dari konsumen dan para penyintas yang mengklaim produk bedaknya menyebabkan kanker karena kontaminasi asbes, karsinogen.

J&J membantah tuduhan tersebut, dengan mengatakan pengujian ilmiah dan persetujuan peraturan selama beberapa dekade telah menunjukkan bahwa bedak produknya aman dan bebas asbes.

Pada hari Kamis (11/8/2022), J&J mengulang kembali pernyataan itu saat mengumumkan akan berhenti menjual bedak bayi berbasis talk.

Penyelidikan Reuters pada tahun 2018 menemukan bahwa J&J tahu selama beberapa dekade bahwa asbes, karsinogen, ada dalam produk bedaknya. Catatan internal perusahaan, kesaksian persidangan, dan bukti lain menunjukkan bahwa setidaknya dari tahun 1971 hingga awal 2000-an, bedak mentah dan bubuk jadi J&J terkadang diuji positif mengandung sejumlah kecil asbes.

Menanggapi bukti kontaminasi asbes yang disajikan dalam laporan media, di ruang sidang dan di Capitol Hill, J&J telah berulang kali mengatakan produk bedaknya aman dan tidak menyebabkan kanker.

Dijual sejak 1894, Johnson's Baby Powder menjadi simbol citra ramah keluarga perusahaan.

Presentasi pemasaran internal J&J dari tahun 1999 mengacu pada divisi produk bayi, dengan Bedak Bayi sebagai intinya, sebagai "Aset #1" J&J, lapor Reuters, meskipun bedak bayi hanya menyumbang sekitar 0,5 persen dari bisnis kesehatan konsumen AS ketika perusahaan menariknya dari rak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

johnson&johnson bedak kanker
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top