Johnson & Johnson Bantah Bedak Bayinya Mengandung Karsinogen

Gorsky mengatakan produk bedak bayi Johnson & Johnson tidak mengandung asbes seperti tuduhan yang diarahkan kepada perusahaan.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 23 Oktober 2019  |  19:08 WIB
Johnson & Johnson Bantah Bedak Bayinya Mengandung Karsinogen
Botol-botol bubuk bayi Johnson & Johnson berjejer di toko obat di New York. - REUTERS/Lucas Jackson

Bisnis.com, BANDUNG – Dalam kesaksian di depan pengadilan, CEO Johnson & Johnson Alex Gorsky kembali menegaskan bahwa produk bedak bayi perusahaan aman setelah perusahaan menghadapi gugatan atas produk tersebut.

Gorsky mengatakan produk bedak bayi Johnson & Johnson tidak mengandung asbes seperti tuduhan yang diarahkan kepada perusahaan. Seperti diketahui, perusahaan menerima gugatan yang menuduh produk bedak bayi Johnson & Johnson memicu risiko kanker jika digunakan selama beberapa dekade.

“Saya tidak mengetahui bedak bayi kami atau bedak yang mengandung asbes,” tegas Gorsky dalam rekaman deposisinya yang diterima Reuters, Rabu (23/10/2019).

Sekitar 13 hari setelah disposisi perusahaan, Food and Drug Administration (FDA) AS menyampaikan bahwa pihaknya telah menemukan kandungan asbes atau senyawa karsinogen di dalam bedak Johnson & Johnson.

Setelah hasil FDA tersebut, perusahaan menarik 33.000 botol bedak bayinya di pasar AS. Ini merupakan kali pertama perusahaan menarik produknya dan temuan ini merupakan temuan pertama dari FDA.

Penarikan produk ini menghantam konglomerasi Johnson & Johnson yang bertahun-tahun lamanya membangun kesan sebagai perusahaan yang melindungi konsumennya. Kini perusahaan harus menghadapi ribuan tuntutan hukum atas sejumlah produknya, termasuk legal action dari lebih 15.000 konsumennya yang mengklaim bedak tabur perusahan telah membuat mereka menderita kanker.

Dalam deposisinya, Gorsky menegaskan berulang kali bahwa produk bedak perusahaan bebas asbes. Ketika diambil sumpah untuk pertama kali dalam litigasi kasus ini, Gorsky tercekat dalam memberikan pernyataan bahwa produknya bersih.

Ahli hukum dari University of Georgia School of Law Elizabeth Burch menuturkan temuan FDA akan membuat posisi Gorsky sulit, meskipun perusahaan bersikeras mengelak.

Perusahaan mengungkapkan akan menginvestigasi hasil tes FDA. Dalam pernyataan terakhir, Minggu (20/10/2019), perusahaan menuturkan dari ribuan kali tes yang dijalankan perusahaan selama 40 tahun terakhir, tidak ada temuan produk bedak Johnson & Johnson mengandung asbes.

“Termasuk dalam tes FDA bulan lalu,” ungkap perusahaan. Dalam respon kepada Reuters, perusahaan mengaku Gorsky tidak mengetahui hasil temuan asbes oleh FDA saat dirinya memberikan deposisi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
johnson&johnson, bedak

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top