Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jokowi Minta Dibuatkan Peta Jalan Produksi dan Penghiliran Sorgum

Presiden Jokowi meminta jajarannya untuk membuat roadmap hingga 2024 terkait produksi dan penghiliran sorgum sebagai alternatif bahan pangan pokok.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 04 Agustus 2022  |  18:35 WIB
Jokowi Minta Dibuatkan Peta Jalan Produksi dan Penghiliran Sorgum
Presiden Jokowi meminta jajarannya untuk membuat roadmap hingga 2024 terkait produksi dan penghiliran sorgum sebagai alternatif bahan pangan pokok. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya untuk membuat peta jalan (roadmap) hingga 2024 terkait produksi dan penghiliran sorgum

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa arahan tersebut disampaikan Kepala Negara saat menggelar rapat internal dengan jajaran kementerian di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (4/8/2022).

"Bapak Presiden minta agar dibuatkan roadmap sampai tahun 2024," ujarnya dikutip melalui rilis BPMI Setwapres, Kamis (4/8/2022).

Menko menambahkan bahwa hingga saat ini realisasi pengembangan sorgum masih sekitar 4.355 hektare yang tersebar di enam provinsi dengan hasil produksi mencapai 15.243 ton atau sekitar 3,36 ton per hektare.

Lebih lanjut, Airlangga juga melaporkan terkait target musim sasaran tanam sorgum pada 2022 sebesar 15.000 hektare. Selain itu, pemerintah juga akan melakukan pengembangan sasaran tanam sorgum hingga 154.000 hektare pada 2024.

"Bapak Presiden [Jokowi] minta bahwa diprioritaskan untuk daerah Nusa Tenggara Timur [NTT] di Kabupaten Waingapu yang kemarin sudah dilihat oleh Bapak Presiden, dan di tahun 2023 dipersiapkan lahan sejumlah 115.000 hektare, dan di tahun 2024 sebesar 154.000 hektare," ungkapnya.

Airlangga menjelaskan bahwa saat ini produksi sorgum di Indonesia masih tergolong rendah. Padahal tanaman tersebut diyakini mampu menjadi komoditas pengganti tanaman lainnya, seperti penganti jagung dalam bahan baku pembuatan pakan ternak, dan bisa juga dijadikan bioetanol.

Dia menjelaskan bahwa saat ini industri pakan ternak menggunakan bahan baku 50 persen jagung dan 50 persen protein lain.

"Tentu dari protein lain ini salah satunya sorgum bisa dijadikan untuk off taker, untuk pakan ternak," tuturnya.

Selain itu, sambungnya, sorgum juga bisa menjadi alternatif pengganti gandum yang saat ini mengalami permasalahan di dunia. Adapun, beberapa negara telah mengeluarkan kebijakan pelarangan ekspor gandum, di antaranya Kazakhstan, India, Afganistan, Serbia, dan Ukraina. 

"Dengan demikian tentu kita harus mengembangkan tanaman pengganti ataupun subtitusi dari gandum. Indonesia tentu punya beberapa alternatif, selain sorgum itu bisa juga dari tanaman sagu dan singkong," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi sorgum airlangga hartarto nusa tenggara timur gandum bahan pangan
Editor : Aprianus Doni Tolok

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top