Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Periksa Mardani Maming, Ini yang Didalami KPK

KPK mendalami soal persetujuan izin usaha pertambangan operasi dan produksi (IUP OP) dari tersangka Mardani Maming.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 03 Agustus 2022  |  16:19 WIB
Periksa Mardani Maming, Ini yang Didalami KPK
Juru Bicara KPK Ali Fikri - Antara\\r\\n\\r\\n
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami soal persetujuan izin usaha pertambangan operasi dan produksi (IUP OP) di Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan.

Hal tersebut dikonfirmasi saat tim penyidik memeriksa tersangka mantan Bupati Tanah Bumbu, Mardani Maming.

"Tim Penyidik mengkonfirmasi antara lain terkait dengan perusahaan yang mengajukan persetujuan izin usaha pertambangan operasi dan produksi (IUP OP) dan termasuk soal pengalihan IUP OP di Kabupaten Tanah Bumbu," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Rabu (3/8/2022).

KPK, kata Ali, penyidik juga mendalami dasar aturan yang digunakan Mardani Maming untuk menyetujui pengalihan IUP OP tersebut.

Sebelumnya, KPK menetapkan Mardani Maming sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pemberian izin usaha pertambangan di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

Maming merupakan tersangka tunggal dalam perkara ini. Hal ini lantaran pemberi suap, Henry Soetio telah meninggal dunia.

Dalam perkara ini, Maming diduga menerima suap sebesar Rp104 miliar dari Pengendali PT Prolindo Cipta Nusantara (PCN) almarhum, Henry Soetio.

Duit suap itu diberikan guna memperlancar proses peralihan izin usaha pertambangan operasi dan produksi (IUP OP) seluas 370 hektare milik PT Bangun Karya Pratama Lestari (BKPL) ke PT PCN.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK Mardani Maming
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top