Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ketua Koperasi Syariah 212 Diperiksa Terkait Dana ACT

Ketua Koperasi Syariah 212 diperiksa terkait aliran dana dari Aksi Cepat Tanggap alias ACT.
Lukman Nur Hakim
Lukman Nur Hakim - Bisnis.com 02 Agustus 2022  |  14:17 WIB
Ketua Koperasi Syariah 212 Diperiksa Terkait Dana ACT
Tim medis dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) membawa dua korban peluru karet ke Rumah Sakit Pelni, Petamburan, Jakarta Pusat, Rabu dini hari (22/05/2019). - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Penyidik Bareskrim Polri telah memeriksa terduga penerima uang dari yayasan filantropi Aksi Cepat Tanggap (ACT). Yayasan ACT saat ini disoto karena kasus penyelewenagan dana kemanusiaan dari Boeing senilai Rp34 miliar.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Kombes Pol Nurul Azizah mengatakan bahwa salah satu pihak yang telah di periksa oleh penyidik adalah Ketua Koperasi Syariah 212.

“Penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap pihak yang menerima aliran dana Boeing dari ACT yang tidak sesuai dengan peruntukannya di antaranya ketua koperasi syariah 212 atas nama Muhammad Syafii (MS) pada hari Senin tanggal 1 Agustus 2022,” tutur Nurul dalam sesi konferensi pers di Humas Polri, Selasa (2/8/2022).

Sebelumnya, Bareskrim telah membeberkan penggunaan dana Boeing senilai Rp34 miliar yang diselewengkan yayasan filantropis Aksi Cepat Tanggap (ACT). Dana tersebut seharusnya disalurkan kepada keluarga korban kecelakaan pesawat Lion Air.

"Bahwa total dana yang diterima ACT dari Boeing kurang lebih Rp138 miliar. Kemudian digunakan untuk program yang telah dibuat oleh ACT kurang lebih Rp103 miliar dan sisanya Rp34 miliar digunakan tidak sesuai peruntukannya," tutur Helfi di gedung Humas Polri, Jakarta, Senin (25/7/2022).

Helfi juga menjelaskan bahwa sisa dari uang donasi itu digunakan ACT untuk membeli armada truk, Koperasi Syariah 212, dan beberapa hal lainnya seperti pembayaran gaji pengurus.

Perinciannya, untuk pengadan armada truk Rp2 miliar, program terkait food boost Rp2,8 miliar, pembangunan Pesantren Peradaban Tasikmalaya Rp8,7 miliar, Koperasi Syariah 212 Rp10 miliar, termasuk dana talangan untuk dua perusahaan, masing-masing Rp3 miliar, dan Rp8 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bareskrim aksi cepat tanggap Aksi 212
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top