Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pesan Boris Johnson untuk PM Inggris Penerusnya: Dekat dengan AS, Dukung Ukraina

Pernyataan itu ditujukan untuk membentuk pemikiran Rishi Sunak, Penny Mordaunt, dan Liz Truss saat mereka berlomba untuk menggantikannya dalam beberapa minggu mendatang sebagai Perdana Menter
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 20 Juli 2022  |  21:01 WIB
Pesan Boris Johnson untuk PM Inggris Penerusnya: Dekat dengan AS, Dukung Ukraina
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berjalan usai memberikan pernyataan pers di halaman kantornya di Jalan Downing Nomor 10, London, Inggris, Kamis (7/7/2022). Boris Johnson menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Perdana Menteri Inggris, menyusul desakan dan seruan dari rekan-rekan menteri dan anggota parlemen di Partai Konservatifnya, seperti yang dilansir Kantor Berita Reuters Kamis (7/7) waktu setempat. - Antara/Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Boris Johnson tampil untuk terakhir kalinya sebagai Perdana Menteri Inggris di House of Commons pada Rabu (20/7/2022) dengan memberikan nasihat kepada penerusnya dan menyatakan misinya sebagian besar tercapai.

“Tetap dekat dengan Amerika, dukung Ukraina, potong pajak, deregulasi jika memungkinkan, dan fokus pada jalan di depan, tetapi selalu ingat untuk melihat ke belakang,” kata Johnson seperti dikutip Bloomberg, Rabu (20/7/2022).

Pernyataan itu ditujukan untuk membentuk pemikiran Rishi Sunak, Penny Mordaunt, dan Liz Truss saat mereka berjuang untuk menggantikannya dalam beberapa minggu mendatang sebagai Perdana Menteri sekaligus pemimpin Partai Konservatif yang berkuasa.

Meskipun Johnson akan tetap menjabat sampai awal September ketika penggantinya akan dipilih, hari ini menandai terakhir kalinya dia harus menjawab pertanyaan dari anggota Parlemen sebagai Perdana Menteri.

Kata-kata terakhirnya - "hasta la vista, baby" - disambut dengan tepuk tangan meriah dari anggota parlemennya. Banyak di antaranya telah mendorongnya untuk mengundurkan diri hanya beberapa pekan yang lalu.

Dalam gaya nyentrik yang biasa, Johnson menggunakan platform tersebut untuk melontarkan serangkaian penghinaan pribadi terhadap Keir Starmer, pemimpin Partai Buruh oposisi, menyebutnya sebagai “tonggak manusia yang tidak berguna” dan “kapten melihat ke belakang.”

Kontes kepemimpinan Konservatif terkadang berubah menjadi permusuhan, dengan para kandidat mengkritik pemerintah maupun kebijakan dan manajemen masing-masing.

Starmer mengulangi beberapa serangan itu pada hari Rabu, dari klaim Truss bahwa mantan Menteri Keuangan akan menekan pertumbuhan dan membawa negara itu ke dalam resesi hingga komentar Sunak bahwa rencana calon lain sama dengan ekonomi “fantasi".

Johnson mengakui bahwa dia tidak memantau keributan itu dengan cermat.

"Saya tidak mengikuti hal ini secara khusus. Tetapi salah satu dari mereka akan ‘membersihkan lantai dengan’ Starmer,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Boris Johnson pm inggris inggris
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top