Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Thailand Bakal Terapkan Hukum Kebiri Kimia untuk Pelaku Kejahatan Seksual

Thailand segera sahkan RUU hukum kebiri kimia untuk para pelaku kejahatan seksual.
Restu Wahyuning Asih
Restu Wahyuning Asih - Bisnis.com 15 Juli 2022  |  12:03 WIB
Thailand Bakal Terapkan Hukum Kebiri Kimia untuk Pelaku Kejahatan Seksual
Ilustrasi suntik kebiri - Biggishben/commonswiki
Bagikan

Bisnis.com, SOLO - Thailand akan bergabung dengan negara-negara lain untuk menerapkan hukum kebiri kimia dalam waktu dekat.

Hukuman kebiri kimia tersebut diberlakukan untuk para pelaku kejahatan seksual. Pelaku dapat memilih kebiri kimia dengan imbalan hukuman penjara yang dipersingkat, dalam sebuah langkah kontroversial yang bertujuan untuk mengurangi tingkat pelanggaran kembali.

Menurut undang-undang yang disetujui oleh Senat Thailand pada hari Senin (11/7/2022) lalu, pelanggar seks berulang akan dapat memilih untuk menerima suntikan yang untuk sementara akan mengurangi kadar testosteron dan dorongan seks mereka, dengan harapan bahwa prosedur tersebut akan menghentikan mereka dari melakukan kejahatan seks lebih lanjut.

Pelanggar kejahatan seksual juga harus memakai gelang elektronik dan diawasi selama sepuluh tahun.

"Saya ingin undang-undang ini disahkan dengan cepat. Saya tidak ingin melihat berita tentang hal-hal buruk terjadi pada wanita lagi," kata Menteri Kehakiman Somsak Thepsuthin, dikutip dari Vice.

Menurut departemen pemasyarakatan Thailand, di antara terpidana pelanggar seks yang dibebaskan dari penjara antara tahun 2013 dan 2020, sekitar 30% diketahui telah melakukan pelanggaran kembali.

Banyaknya laporan kekerasan seksual yang terus terjadi, terutama yang melibatkan anak di bawah umur, kebiri kimia telah mengumpulkan dukungan di kalangan masyarakat Thailand.

Sebanyak 145 senator memberikan persetujuan dan dua abstain. Namun RUU tersebut masih harus mendapat persetujuan dari dewan sebelum diberikan ke Kerajaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Hukuman Kebiri thailand Kejahatan Seksual Pada Anak Pelecehan Seksual kekerasan seksual
Editor : Restu Wahyuning Asih
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top