Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perang Ukraina Vs Rusia: Australia Bantu Ukraina 34 Kendaraan Lapis Baja dan Boikot Impor Emas Rusia

Australia akan menyediakan 34 kendaraan lapis baja tambahan ke Ukraina dan melarang impor emas Rusia.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 04 Juli 2022  |  09:00 WIB
Perang Ukraina Vs Rusia: Australia Bantu Ukraina 34 Kendaraan Lapis Baja dan Boikot Impor Emas Rusia
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese

Bisnis.com, JAKARTA - Australia akan menyediakan 34 kendaraan lapis baja tambahan ke Ukraina dan melarang impor emas Rusia, kata Perdana Menteri Australia Anthony Albanese di Kyiv.

Berbicara pada konferensi pers di Ibu Kota Ukraina bersama Presiden Volodymyr Zelensky, Albanese mengatakan Australia akan menjatuhkan sanksi dan larangan perjalanan pada 16 menteri dan oligarki Rusia.

Dengan demikian, jumlah total individu Rusia yang dikenai sanksi oleh Australia menjadi 843 orang.

Albanese mengatakan bahwa negaranya akan memberikan Ukraina "seratus juta dolar dukungan militer", tanpa menentukan apakah yang dia maksud adalah dolar Australia.

Angka ini dalam dolar Australia akan berjumlah US$68 juta.

Perdana menteri itu memutuskan bahwa Australia akan menyediakan peralatan militer tambahan yang diminta oleh Ukraina termasuk 14 pengangkut personel lapis baja, 20 kendaraan lapis baja Bushmaster dan sejumlah pesawat tak berawak.

Sementara itu, Zelensky bersumpah untuk mendapatkan kembali Lysychansk setelah penarikan mundur pasukan Ukraina yang terdesak akibat serangan Rusia.

Zelensky mengatakan bahwa Australia memberi Ukraina "bantuan yang cukup besar, khususnya dukungan pertahanan" dan bahwa pasukan Ukraina "sangat menghargai" kendaraan Bushmaster seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Senin (4/7/2022).

Albanese mengunjungi Kota Bucha dan Irpin di mana pasukan Rusia diduga telah melakukan kejahatan perang, serta bandara di Gostomel barat laut Kyiv.

"Merupakan kehormatan besar bagi saya untuk menjadi perdana menteri Australia pertama yang mengunjungi Ukraina," katanya.

Dia menambahkan bahwa perjalanannya "akan menunjukkan dengan sangat jelas kepada dunia solidaritas yang ada antara rakyat Australia dan rakyat Ukraina".

Dia memberi penghormatan kepada "keberanian, ketangguhan, dan tekad" dari presiden Ukraina, pasukan pertahanan, dan rakyatnya.

Albanese mengatakan mereka "bertekad untuk melawan pengganggu yang melanggar hukum internasional tanpa provokasi atau alasan apa pun".

Politisi Australia itu juga mengatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin akan mendapatkan “pembalasan yang layak" jika dia menghadiri KTT G20 di Bali pada bulan November.

"Jika memang Tuan Putin menghadiri pertemuan itu maka dia akan mendapatkan sambutan yang pantas, yang bukan salah satu teman dari seseorang yang menghormati aturan hukum internasional," kata Perdana Menteri Australia.

Pada saat yang sama, dia mengatakan tidak bisa membayangkan Australia akan memboikot acara tersebut dan "kami akan mengisolasi Rusia sekuat mungkin".

Albanese berkunjung ke Ukraina setelah bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron di Paris pada hari Jumat (2/7/2022).

Ukraina bulan lalu mengumumkan bahwa seorang pria Australia tewas saat berperang untuk Legiun Pertahanan Internasional Ukraina. Legiun itu merupakan sebuah brigade sukarelawan resmi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

australia Perang Rusia Ukraina Volodymyr Zelensky
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top