Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Update Perang Rusia Vs Ukraina: Zelensky Tarik Pasukan dari Lysychansk

Militer Ukraina mengonfirmasi bahwa pasukannya telah ditarik dari Lysychansk. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengakui penarikan itu.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 04 Juli 2022  |  06:55 WIB
Update Perang Rusia Vs Ukraina: Zelensky Tarik Pasukan dari Lysychansk
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memberikan keterangan melalui video yang diunggah di Facebook

Bisnis.com, JAKARTA – Militer Ukraina mengonfirmasi bahwa pasukannya telah ditarik dari Lysychansk. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengakui penarikan itu, tetapi mengatakan perjuangan untuk kota itu masih berkecamuk di pinggirannya.

Rusia mengklaim pasukannya mengambil kendali penuh atas Provinsi Luhansk di Ukraina timur, setelah merebut Lysychansk terakhir di Ukraina.

Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu memberi tahu Presiden Vladimir Putin bahwa Luhansk telah “dibebaskan”, kata pihak Kementerian Pertahanan pada Minggu (3/7/2022).

Rusia sebelumnya mengatakan pasukannya telah merebut desa-desa di sekitar Lysychansk dan mengepung kota.

 “Kelanjutan pertahanan kota akan menyebabkan konsekuensi yang fatal. Untuk menyelamatkan nyawa para pembela Ukraina, keputusan telah dibuat untuk mundur,” kata pihak militer Ukraina dalam sebuah pernyataan di media sosial pada hari Minggu (3/7/2022), dilansir dari aljazeera.com, Senin (4/7/2022).

Dalam pidato video malamnya, Zelensky mengakui penarikan itu dan menambahkan bahwa "Ukraina tidak memberikan apa-apa dan berjanji untuk merebut kembali kota dengan senjata yang lebih modern.”

Mengutip keberhasilan pasukannya dalam merebut kembali wilayah lain, dia berjanji: “Akan ada hari ketika kita akan mengatakan hal yang sama tentang Donbas” – mengacu pada wilayah timur yang terdiri dari Luhansk dan Donetsk.

Sebelumnya, Zelensky mengatakan pasukan Kyiv masih memerangi tentara Rusia di pinggiran Lysychansk "dalam situasi yang sangat sulit dan berbahaya".

“Kami tidak bisa memberi Anda keputusan akhir. Lysychansk masih diperjuangkan," kata Zelenskyy dalam konferensi pers di Kyiv bersama Perdana Menteri Australia yang sedang berkunjung.

Dia mencatat bahwa wilayah dapat bergerak cepat dari satu sisi ke sisi lain.

Pejabat Ukraina sebelumnya melaporkan serangan artileri yang intens di daerah pemukiman.

Gubernur Luhansk Serhiy Haidai telah menulis di akun Telegramnya: "Rusia memperkuat posisi mereka di daerah Lysychansk, kota ini terbakar ... Mereka menyerang kota dengan taktik brutal yang tidak dapat dijelaskan."

Sementara itu, Institute for the Study of War, sebuah think tank yang berbasis di Washington, menulis dalam sebuah catatan singkat bahwa “pasukan Ukraina kemungkinan melakukan penarikan yang disengaja dari Lysychansk, mengakibatkan perebutan kota oleh Rusia pada 2 Juli”.

Pejuang Ukraina menghabiskan waktu berminggu-minggu untuk mencoba mempertahankan Lysychansk dan menjaganya agar tidak jatuh ke Rusia, seperti yang dilakukan negara tetangga Severodonetsk minggu lalu.

Seorang penasihat presiden memperkirakan pada Sabtu (3/7/2022) malam bahwa nasib kota dapat ditentukan dalam beberapa hari.

Sebuah sungai memisahkan Lysychansk dari Severodonetsk.

Oleksiy Arestovych, seorang penasihat Presiden Ukraina, mengatakan selama wawancara online pada Sabtu (2/7/2022), malam bahwa pasukan Rusia untuk pertama kalinya berhasil menyeberangi sungai dari utara, menciptakan situasi yang "mengancam".

Arestovych mengatakan pada saat itu, bahwa pasukan Rusia belum mencapai pusat kota, tetapi jalannya pertempuran mengindikasikan pertempuran untuk Lysychansk akan diputuskan pada hari Senin (4/7/2022).

Separatis Rusia telah memerangi pasukan Ukraina di wilayah Donbas sejak Rusia mencaplok Krimea pada 2014.

Sebelum invasi Rusia, separatis telah menciptakan apa yang disebut republik rakyat di bagian Luhansk dan Donetsk, meskipun mereka tidak diakui secara internasional.

Sesaat sebelum melancarkan invasi ke Ukraina pada 24 Februari, Putin mendeklarasikan kedua wilayah itu merdeka dari Ukraina.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vladimir putin Perang Rusia Ukraina Volodymyr Zelensky
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top