<p style="text-align: justify;"><strong>Bisnis.com</strong>, JAKARTA – Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Reisa Brotoasmoro menyampaikan keadaan pandemi Covid-19 masih mengalami lonjakan kasus konfirmasi, sehingga hal tersebut yang membuat organisasi kesehatan dunia (<em>World Health Organization</em>/WHO) belum mencabut status pandemi.</p> <p style="text-align: justify;">"Status pandemi memang belum dicabut oleh WHO karena masih banyak negara lain yang mengalami lonjakan kasus Covid-19," ujarnya dalam keterangan pers, dikutip melalui laman Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (20/5/2022).</p> <p style="text-align: justify;">Dia menyebutkan, salah satu negara yang menyita perhatian karena mengalami lonjakan kasus Covid-19 adalah Korea Utara dengan jumlah kasus konfirmasi positif harian mencapai lebih dari 230.000 per hari.</p> <p style="text-align: justify;">Bahkan, lonjakan ini terjadi setelah lebih dari dua tahun pandemi Covid-19 terjadi di dunia. Kondisi ini terjadi selama sepekan terakhir dan menyebabkan Korea Utara menempati peringkat pertama penambahan kasus positif Covid-19 terbanyak di dunia.</p> <p style="text-align: justify;">"Disusul Amerika Serikat yang rata-rata penambahan kasus hariannya di atas 100.000. Kita harus tetap waspada, dan jangan sampai negara kita mengalami lonjakan kasus yang demikian," katanya.</p> <p style="text-align: justify;">Oleh sebab itu, dia melanjutkan keadaan pandemi Covid-19 di tingkat global yang belum menunjukan tren positif membuat pemerintah dengan sangat hati-hati untuk mempersiapkan transisi secara bertahap peralihan dari kondisi pandemi ke endemi.</p>
Kasus Covid-19 Melandai, Indonesia Belum Tetapkan Status Pandemi Jadi Endemi. Ini Alasannya
Kasus konfirmasi Covid-19 masih mengalami lonjakan, karena itu Indonesia seturut WHO belum menetapkan perubahan pandemi menjadi endemi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Penulis : Akbar Evandio
Editor : Kahfi