Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kasus Korupsi, Deputi Gubernur Bank Sentral Myanmar Didakwa 15 Tahun Penjara

Deputi Gubernur Bank Sentral Myanmar Bo Bo Nge didakwa dalam kasus korupsi oleh Junta Myanmar.
Szalma Fatimarahma
Szalma Fatimarahma - Bisnis.com 11 Mei 2022  |  18:15 WIB
Kasus Korupsi, Deputi Gubernur Bank Sentral Myanmar Didakwa 15 Tahun Penjara
Bendera Myamnar - wikipedia
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Deputi Gubernur Bank Sentral Myanmar Bo Bo Nge didakwa dalam kasus korupsi oleh Junta Myanmar.

Bo Bo Nge disebut sebagai salah satu tokoh yang dekat dengan pemerintahan Aung San Suu Kyi. Atas tindakannya itu, Bo Bo Nge diberikan hukuman maksimum 15 tahun penjara.

Melansir dari channelnewsasia.com Rabu (11/5/2022), Bo Bo Nge ditahan tidak lama setelah kudeta yang dilakukan pada 2021 terhadap pemerintah sipil Aung San Suu Kyi dan sejumlah pejabat pemerintahannya.

Dia diduga telah melakukan tindak korupsi terkait kegagalannya untuk mengumpulkan penarikan pajak sekitar US$1,4 juta dari rekening yang dipegang oleh pejabat Open Society Foundation. Tindakan ini disebut telah menyebabkan kerugian besar bagi pemerintah setempat.

Ekonomi Myanmar merosot sejak kudeta itu dilakukan. Akibatnya, nilai tukar uang kyat terhadap dolar Amerika semakin rendah.

Tak hanya itu, Myanmar harus menghadapi pemadaman listrik secara bergilir di kota-kota besarnya.

Sementara itu, pengganti Bo Bo Nge yang ditunjuk secara langsung oleh Junta telah ditembak oleh penyerang tak dikenal di Yangon pada April lalu, beberapa hari setelah Bank Sentral memerintahkan agar devisa yang diperoleh penduduk setempat harus disimpan di bank berlisensi dan ditukar dengan mata uang kyat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

myanmar junta militer aung san suu kyi
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top