Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Iron Woman of Cebu, Sosok Pendukung di Balik Kejayaan 'Bongbong' Marcos Jr.

Gwen Garcia mengungkapkan dua keuntungan yang diperoleh dari dukungannya untuk Marcos Jr.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 11 Mei 2022  |  15:23 WIB
Gubernur Cebu Gwen Garcia -  Bloomberg
Gubernur Cebu Gwen Garcia - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Kemenangan anak diktator Filipina Ferdinand Marcos Jr. menjadi harapan baru bagi Gubernur Cebu Gwen Garcia.

Marcos Jr. yang berdampingan dengan anak presiden, Sara Duterte duduk di antara keluarga paling berpengaruh bagi pusat wisata di Cebu, Filipina. Cebu sendiri diketahui memiliki suara pemilih lebih besar daripada 81 provinsi lainnya, di luar ibu kota.

Cebu pun menjadi salah satu lokasi yang memenangkan Marcos Jr., dalam pemilihan presiden dengan jumlah perolehan suara terbesar sejak ayahnya memboikot pemilihan umum pada 1981.

Saat diwawancara Bloomberg, Garcia mengungkapkan pilihannya mendukung Bongbong, julukan Marcos Jr., bukanlah keputusan yang mudah karena ayahnya adalah pengacara yang melawan rezim Marcos.

Seperti diketahui, keluarga Garcia tidak mau mendukung Marcos Jr., ketika dia mengejar kursi wakil presiden pada 6 tahun lalu.

Namun, sikap itu berubah. Menurut Garcia, yang dijuluki sebagai 'Iron Woman of Cebu', ada dua keuntungan jika mendukung Marcos Jr. Pertama, anggaran yang lebih besar untuk proyek infrastruktur. Kedua, otonomi yang lebih besar untuk kalangan politikus di Manila.

"Dia pasti akan membantu kami menyangkut infrastruktur pariwisata,” kata Garcia dalam sebuah wawancara beberapa hari sebelum pemilihan di kantornya di Kota Cebu.

"Tapi saya akan sangat, sangat menghargainya jika kita akhirnya bisa maju dalam federalisme. Kami menginginkan otonomi semacam itu," tambahnya.

Kemenangan gemilang Marcos Jr. menunjukkan betapa kuatnya dinasti keluarga seperti Garcias yang mampu tetap berkuasa di negara yang berada di antara ketegangan antara AS dan China.

Bekas koloni Amerika itu telah memiliki perjanjian pertahanan timbal balik dengan AS sejak 1950-an dan memiliki kedekatan dengan Taiwan, menjadikannya pemain penting dalam setiap potensi konflik dengan China.

Namun, sebagian besar pemilihan di Filipina diputuskan oleh wilayah kekuasaan lokal dengan kepentingan yang sempit.

Kendati runner-up Leni Robredo berhasil menarik suara pada beberapa pekan kampanye terakhirnya yang fokus memerangi korupsi, pada akhirnya dia terbukti tidak mampu menandingi Marcos Jr. yang beraliansi dengan para pemimpin daerah di negara Asia Tenggara yang berpenduduk 110 juta orang ini.

Pertanyaannya saat ini, berapa yang akan dikembalikan oleh Marcos Jr. kepada klan yang mendukungnya. Filipina diproyeksikan akan menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi paling cepat pada tahun ini.

Namun, Filipina juga mencatatkan tingkat inflasi tercepat di Asia dan diprediksi akan memukul rumah tangga dengan menurunnya pendapatan.

Seperempat penduduknya hidup di bawah garis kemiskinan. Bank Dunia memperingatkan bahwa jumlah tersebut bisa melonjak seiring dengan harga pangan yang naik.

Dengan jargon persatuan, Marcos Jr. mengatakan dia akan mempertahankan sebagian besar kebijakan ekonomi Presiden Rodrigo Duterte.

Filipina sendiri bersikukuh mempertahankan peringkat kredit atau rating investasi sejak 2013 yang positif di tengah kebijakan pembangunan Duterte yang menaikkan belanja infrastruktur dua kali lipat hingga US$20 miliar per tahun.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pilpres filipina presiden Marcos Jr
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top