Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Vaksin Covid-19 Kedaluwarsa, BPOM: Belum Tentu Mutunya Turun

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito menegaskan bahwa masa kedaluwarsa vaksin Covid-19 berbeda dengan obat atau makanan.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 06 April 2022  |  18:55 WIB
Vaksin Covid-19 buatan Pfizer-BioNTech - BBC
Vaksin Covid-19 buatan Pfizer-BioNTech - BBC

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito menegaskan bahwa masa kedaluwarsa vaksin Covid-19 berbeda dengan obat atau makanan.

Pasalnya, obat atau makanan yang sudah memasuki masa kedaluwarsa, maka akan terjadi penurunan mutu.

"Saya paham dan mengikuti proses pengembangan vaksin tersebut bahwa expired di situ bukan seperti expired makanan atau obat yang mutunya turun," katanya saat Rapat Panja Vaksin Covid-19 bersama Komisi IX DPR RI, Rabu (6/4/2022).

Menurutnya, BPOM berpegang pada data ilmiah yang diterima terkait stabilitas vaksin. Walhasil, apabila pengembang vaksin memberikan data stabilitas terbaru suatu vaksin kepada BPOM, maka perpanjangan masa kedaluwarsa bisa dilakukan.

"Jadi expired date [pada vaksin Covid-19] jangan diartikan sudah pasti mutunya menurun, belum tentu," katanya.

Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir menambahkan, vaksin Covid-19 memiliki masa expired date yang singkat karena masih dalam tahap pengembangan.

Artinya, produsen atau pengembang vaksin masih terus melakukan penelitian guna mendapatkan data stabilitas terbaru.

"Ada kesepakatan dengan pihak industri, otoritas BPOM akan menerbitkan izin penggunaan darurat atau EUA dengan catatan industri melengkapi data secara kontinu, terutama untuk perpanjangan expired date," katanya.

Dengan demikian, produsen vaksin berkewajiban untuk terus melakukan uji stabilitas guna memperbarui data agar masa kadaluarsa bisa diperpanjang.

"Ini kondisi emergency.  Kalau sebelumnya bisa langsung 2 tahun [masa kadaluarsanya] karena bikin vaksin itu 7-10 tahun," imbuhnya.

Honesti juga menyatakan, jika data stabilitas vaksin tidak ada pembaruan dari produsen hingga masa kadaluarsa tiba, maka bisa dipastikan vaksin tersebut akan dimusnahkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BPOM bio farma Vaksin Covid-19
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top