Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Update Perang Rusia vs Ukraina Hari ke-35: Evakuasi Ukraina Terhambat, Rusia Dipukul Telak

Perang Rusia vs Ukraina membuat RUsia kehilangan lebih dari 17.000 personel militer, lebih dari 1.700 kendaraan lapis baja dan 600 tank hingga hari ini.
Pemandangan menunjukkan konvoi pasukan pro-Rusia saat konflik Ukraina-Rusia di luar kota Volnovakha yang dikuasai separatis di wilayah Donetsk, Ukraina, Sabtu (12/3/2022)./Antara-Reuters
Pemandangan menunjukkan konvoi pasukan pro-Rusia saat konflik Ukraina-Rusia di luar kota Volnovakha yang dikuasai separatis di wilayah Donetsk, Ukraina, Sabtu (12/3/2022)./Antara-Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Perang Ukraina vs Rusia hari ke-35 sudah mulai menemui titik terang karena pembicaraan perwakilan kedua belah pihak di Istanbul dan juga kemajuan dari menurunnya kegiatan bersenjata di Kyiv yang membuat kemungkinan perang ini tidak akan lama lagi berakhir.

Namun, pihak militer Ukraina mengatakan kemungkinan bahwa pernyataan dari Ukraina tentang mengurangi serangan di Kyiv adalah hal yang menyesatkan. Oleh karena itu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa Kyiv tidak akan mengurang pertahanannya.

Mengutip dari Aljazeera, Rabu (30/3/2022), Presiden Amerika Serikat Joe Biden sepakat agar terus berhati-hati dengan pernyataan yang menggiurkan dari Rusia tersebut dan mengatakan bahwa pihak Barat perlu untuk menindaklanjuti de-eskalasi Rusia dalam invasinya.

Berikut update perang Rusia vs Ukraina hari ini, pada hari ke-35:

1. Wartawan Ukraina Ditahan dan Dibawa ke Donestsk

Persatuan Jurnalis Nasional di Ukraina mengatakan pasukan Rusia di wilayah Zaporizhzhia telah menangkap seorang jurnalis lokal dan membawanya ke wilayah Donetsk untuk penyelidikan atas tindakannya, hal ini dikutip dari tweet media besar Eropa Timur Nexta Tv.

2. Evakuasi dari Ukraina Selatan Mendapat Hambatan

Sekitar 1.665 orang dievakuasi dari kota-kota Ukraina selatan pada hari Selasa lalu telah tiba di kota Zaporizhzhia dengan mobil pribadi mereka. Wakil Perdana Menteri Ukraina Iryna Vereshchuk, mengatakan para pengungsi termasuk 936 orang dari Mariupol yang terkepung.

Iryna menuduh pasukan Rusia telah memblokir konvoi bus dan truk evakuasi dengan bantuan kemanusiaan yang dikirim ke Berdyansk, Melitopol dan Enerhodar. Lalu, konvoi orang yang melarikan diri dari Tokmak dan Enerhodar juga diblokir.

3. Walikota Irpin Menghimbau Warganya Jangan Kembali Saat Ini

Walikota Irpin Oleksandr Markushyn mengatakan kepada penduduk daerah itu untuk tidak kembali dulu. Irpin merupakan kota yang berada di pinggiran Kyiv masih dikepung Rusia, Markushvn menegaskan untuk jangan kembali ke Iprin karena masih terdengar tembakan dan juga masih terlihat peluncur roket. Ia menambahkan akan memanggil warganya segera setelah wilayah tersebut benar benar aman.

"Saya benar-benar akan memberitahu semua orang sesegera mungkin untuk kembali."

4. Pembebasan Tentara Sensasional Ukraina Dalam Pertukaran Tahanan

Seorang tentara Ukraina yang sensasional karena dia melakukan penolakan untuk menyerah ketika pasukan Rusia menyerbu sebuah pulau kecil di Laut Hitam, saat ini telah dibebaskan dari penangkaran Rusia.

Dalam sebuah tweet, Kementerian Pertahanan Ukraina mengatakan Roman Hrybov, yang memperlihatkan bahwa ia telah kembali dari tahanan Rusia ke wilayah asalnya Cherkasy.

Pasukan Rusia telah menahan Hrybov ketika mereka merebut Pulau Ular Ukraina pada hari pertama invasi Moskow pada 24 Februari.

5. Rusia Menerima Pukulan Telak

Duta Besar Ukraina untuk PBB Sergiy Kyslytsya telah mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa demiliterisasi Rusia sedang berlangsung karena kehilangan personel dan peralatan.

Sejak awal invasi ke Ukraina, Kyslytsya mengatakan penjajah Rusia telah kehilangan lebih dari 17.000 personel militer, lebih dari 1.700 kendaraan lapis baja dan hampir 600 tank.

Dia juga mengatakan Rusia juga telah kehilangan 300 sistem artileri, 127 pesawat dan 129 helikopter, hampir 100 sistem peluncur roket, 54 sistem pertahanan udara dan tujuh kapal.

Kyslytsya mengatakan itu adalah pukulan yang belum pernah terjadi sebelumnya ke Moskow dan membandingkannya dengan jumlah kerugian Soviet di Afghanistan tidak seberapa jika dibandingkan.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper