Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ikuti Jejak Polandia, 4 Negara Eropa Usir Diplomat dan Mata-Mata Rusia

Setelah Polandia, kini giliran 4 negara Eropa mengusir diplomat Rusia yang dicurigai melakukan kegiatan mata-mata secara terkoordinasi dengan latar belakang perang Rusia Ukraina.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 30 Maret 2022  |  06:59 WIB
Ikuti Jejak Polandia, 4 Negara Eropa Usir Diplomat dan Mata-Mata Rusia
Seorang warga menonton siaran langsung Vladimir Putin, Presiden Rusia, saat menyampaikan pidato, di Moskwa, Rusia, Senin (22/2/2022). Pasukan Rusia menyerang Ukraina setelah Presiden Vladimir Putin memerintahkan operasi untuk "demiliterisasi" Ukraina, yang memicu kecaman internasional dan ancaman AS akan "sanksi berat" lebih lanjut terhadap Moskwa. - Bloomberg/Andrey Rudakov
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Setelah Polandia, empat negara Eropa mengumumkan pengusiran puluhan diplomat Rusia yang dicurigai melakukan kegiatan mata-mata (spionase) secara terkoordinasi dengan latar belakang perang Rusia-Ukraina.

Belanda mengatakan akan mengusir 17 orang Rusia yang digambarkan sebagai perwira intelijen yang menyamar sebagai diplomat. Belgia menyatakan pihaknya mengusir 21 diplomat dari kedutaan Rusia.

Irlandia melaporkan empat pejabat senior Rusia diminta untuk meninggalkan negara itu karena kegiatan yang dianggap tidak "sesuai dengan standar perilaku diplomatik internasional".

Sementara itu, Republik Ceko memberi satu diplomat Rusia waktu 72 jam untuk meninggalkan negara itu. Pengusiran itu terjadi ketika hubungan antara Rusia dan Barat telah membeku setelah invasi Moskow ke Ukraina.

Polandia pekan lalu mengusir 45 orang Rusia yang diidentifikasi pemerintah sebagai perwira intelijen karena menggunakan status diplomatik mereka sebagai kedok untuk beroperasi di negara itu.

Belanda juga menyatakan akan mengambil keputusan yang sama setelah berkonsultasi dengan "sejumlah negara yang berpikiran sama," mengutip pengusiran serupa oleh Amerika Serikat, Polandia, Bulgaria, Slovakia, Estonia, Latvia, Lithuania dan Montenegro.

"Pemerintah telah memutuskan untuk melakukan ini karena ancaman terhadap keamanan nasional yang ditimbulkan oleh kelompok ini," menurut kementerian luar negeri Belanda dalam sebuah pernyataan seperti dikutip Aljazeera.com, Rabu (30/3/2022).

Kementerian Luar Negeri Belanda menambahkan bahwa mereka telah memanggil duta besar Rusia dan memberitahunya tentang pengusiran itu.

“Alasannya adalah ada informasi yang menunjukkan bahwa orang-orang yang bersangkutan, yang terakreditasi sebagai diplomat, secara diam-diam aktif sebagai perwira intelijen. Pemerintah telah memutuskan untuk melakukan ini karena ancaman terhadap keamanan nasional yang ditimbulkan oleh kelompok ini," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Belanda.

Menteri Luar Negeri Belanda Wopke Hoekstra mengatakan dia siap untuk menghadapi pembalasan dari Moskow.

“Pengalaman menunjukkan bahwa Rusia tidak membiarkan tindakan semacam ini tidak terjawab. Kami tidak bisa berspekulasi soal itu, tapi Kemlu siap dengan berbagai skenario yang mungkin muncul dalam waktu dekat,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

eropa Rusia polandia diplomat Perang Rusia Ukraina
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top