Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Persiapan Mudik, Cek Efek Samping Vaksin Booster Pfizer dan Moderna

Bagi Anda yang ingin mudik Lebaran, maka wajib mendapatkan vaksin booster Covid-19 agar bisa merayakan Ramadan dengan aman dan sehat.
Anshary Madya Sukma
Anshary Madya Sukma - Bisnis.com 26 Maret 2022  |  11:08 WIB
Ilustrasi pria menerima suntikan vaksin booster atau vaksin dosis ketiga untuk persiapan mudik - Freepik
Ilustrasi pria menerima suntikan vaksin booster atau vaksin dosis ketiga untuk persiapan mudik - Freepik

Bisnis.com, JAKARTA - Bulan Ramadan segara tiba. Kini pemerintah memasukan vaksin booster sebagai salah satu syarat bagi pemudik Lebaran tahun ini.

Vaksin booster diberikan gratis ke masyarakat di Indonesia. Orang yang bisa mendapatkan vaksin booster adalah telah mendapatkan vaksin 2 kali.

Tujuan dari vaksinasi booster untuk mengembalikan imunitas dan proteksi klinis yang menurun di populasi yang ditemukan berdasarkan hasil sero survei. Pemudik yang mendapatkan vaksin booster bisa memiliki risiko yang lebih kecil terinfeksi Covid saat  Ramadan.

BPOM terbitkan Izin Penggunaan Darurat untuk 5 vaksin booster, yakni CoronaVac / Vaksin Covid-19 Bio Farma (Homolog), Vaksin Pfizer (Homolog), Vaksin AstraZeneca (Homolog), Vaksin Moderna (Homolog/Heterolog), dan Vaksin Zifivax (Heterolog).

Bagi Anda yang mau mudik, simak efek samping vaksin booster vaksin Pfizer dan Moderna:

Vaksin Pfizer

Vaksin Pfizer sebagai dosis lanjutan homolog dapat diberikan sebanyak 1 dosis minimal setelah 6 bulan dari vaksinasi primer dosis lengkap Comirnaty/Pfizer pada usia 18 tahun ke atas, dengan peningkatan nilai titer antibodi netralisasi setelah 1 bulan pemberian booster/dosis lanjutan dibandingkan 28 hari setelah vaksinasi primer sebesar 3,29 kali.

Efek samping vaksin booster Pfizier:

1. Rasa sakit di sekitar area yang disuntik

2. Kelelahan

3. Sakit kepala

4. Mialgia (nyeri otot)

5. Kedinginan

6. Artralgia (nyeri sendi)

7. Demam 

Masing-masing gejala merugikan ini dilaporkan pada lebih dari 1 dari 10 orang selama uji klinis, menurut Badan Pengatur Produk Obat & Perawatan Kesehatan Pemerintah. 

Reaksi merugikan dilaporkan lebih jarang pada orang dewasa yang lebih tua - mereka yang berusia di atas 55 tahun - dibandingkan pada orang yang lebih muda. Orang biasanya pulih dari efek samping penguat Covid ini dalam beberapa hari. 

Vaksin Moderna

Moderna sebagai booster homolog dan heterolog (dengan vaksin primer AstraZeneca, Pfizer, atau Janssen) dengan dosis setengah dapat diberikan pada usia 18 tahun keatas. Penggunaan dilakukan sekurang-kurangnya 6 bulan setelah mendapatkan dosis lengkap vaksinasi primer. Kenaikan respons imun antibodi netralisasi sebesar 12,99 kali setelah pemberian dosis booster homolog vaksin Moderna.

Efek samping vaksin booster Moderna

1. Nyeri di daerah lengan yang terkena tusukan

2. Kelelahan

3. Sakit kepala

4. Mialgia (nyeri otot)

5. Artralgia (nyeri sendi)

6. Menggigil

7. Mual/muntah

8. Pembengkakan/kelembutan aksila (pembengkakan/nyeri kelenjar). ketiak)

9. Demam

10. Pembengkakan dan kemerahan di tempat suntikan 

Gejala-gejala tersebut dilaporkan pada lebih dari 1 dari 10 orang. Reaksi biasanya ringan atau sedang dalam intensitas dan sembuh dalam beberapa hari setelah vaksinasi.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pfizer vaksinasi Vaksin Covid-19 moderna Vaksin Booster
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top