Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Bekas Dirut Waskita Beton (WSBP) Dijebloskan ke Lapas Sukamiskin

Bekas Dirut Waskita Beton dieksekusi ke Lapas Sukamiskin setelah perkara hukumnya inkracht.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 23 Maret 2022  |  12:18 WIB
Bekas Dirut Waskita Beton (WSBP) Dijebloskan ke Lapas Sukamiskin
Tersangka mantan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Jarot Subana tiba untuk menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat (16/10/2020). Jarot Subana menjalani pemeriksaaan lanjutan untuk kasus korupsi pembangunan 14 proyek fiktif PT Waskita Karya pada 2009-2015 yang merugikan negara hingga Rp202 miliar. ANTARA FOTO - Akbar Nugroho Gumay
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeksekusi mantan Direktur Utama PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) Jarot Subana ke Lapas Klas I A Sukamiskin.

Jarot adalah terpidana kasus perkara korupsi proyek fiktif PT Waskita Karya (Persero) Tbk yang saat ini putusannya telah memiliki kekuatan hukum tetap.

“Eksekusi pidana badan dilaksanakan di Lapas Klas IA Sukamiskin dan terpidana akan menjalani pidana penjara selama 6 tahun dikurangi selama masa penahanan yang telah dijalani,” katanya kepada wartawan, Rabu (23/3/2022).

Ali menjelaskan bahwa Jarot juga dijatuhan pidana denda sebesar Rp200 juta. Apabila tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 2 bulan.

Lalu, pembebanan membayar uang pengganti sejumlah Rp7,1 miliar yang wajib dibayarkan selambat-lambatnya dalam waktu 1 bulan setelah putusan memperoleh kekuatan hukum tetap.

“Apabila tidak mampu maka harta bendanya dilakukan pelelangan untuk menutupi uang pengganti tersebut. Selain itu jika uang pengganti tidak dibayar maka dipidana penjara selama 2 tahun,” jelasnya.

Atas kasus tersebut, majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhi hukuman bervariasi terhadap lima mantan pejabat PT Waskita Karya. Mereka divonis antara empat sampai tujuh tahun penjara.

Semuanya terbukti secara sah bersalah melakukan korupsi terkait pembuatan proyek fiktif yang merugikan keuangan negara sebesar Rp202,29 miliar.

Kelima pejabat Waskita tersebut adalah mantan Kepala Divisi III/Sipil/II Desi Arryani, mantan Kepala Divisi II Fathor Rachman, mantan Direktur Utama Waskita Beton Precast Jarot Subana, mantan Wakadiv Sipil Fakih Usman, dan mantan Kabag Keuangan Yuly Ariandi Siregar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK korupsi waskita beton precast
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top