Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perang Rusia vs Ukraina Hari ke-23: Rusia Dilanda Masalah Logistik, Biden Temui Jinping

Simak update perang Rusia vs Ukraina hari ke-23. Mulai dari pasukan dilanda masalah logistik hingga Presiden AS Joe Biden bakal temui Presiden China Xi Jinping.
Anshary Madya Sukma
Anshary Madya Sukma - Bisnis.com 18 Maret 2022  |  15:37 WIB
Perang Rusia vs Ukraina Hari ke-23: Rusia Dilanda Masalah Logistik, Biden Temui Jinping
Regu penyelamat mengevakuasi warga dari bangunan yang rusak akibat serangan Rusia di Kiev, Ukraina, Senin (14/3/2022). - Antara/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Perang Ukraina dan Rusia tidak kunjung menemui titik terang walau sudah mencapai hari ke-23 pada Jum’at (18/3/2022). Pasukan Rusia dikabarkan dilanda masalah logistik, sementara Ukraina mampu menahan serangan sampai hari ini.

Walaupun terus menggempur pasukan Ukraina, pasukan Rusia dipaksa untuk mempertahankan jalur pasokannya. Menurut intelijen pertahanan Inggris,masalah logistik terus melanda pasukan Rusia. 

Berikut update berita Rusia vs Ukraina hari ke-23 selengkapnya yang dilansir The Guardian pada Jum’at (18/3/2022). 

Update Perang Rusia vs Ukraina Hari ke-23

1. Mariupol Luluh Lantak 

Serangan udara Rusia pada Gedung teater telah menelan banyak korban dan Sekitar 130 orang telah diselamatkan sejauh ini dari ruang bawah tanah sebuah teater di kota Mariupol, Ukraina. Para pejabat mengatakan Ratusan orang bersembunyi di bawah teater, yang ditetapkan sebagai tempat perlindungan bagi warga sipil yang terlantar, ketika diserang pada Rabu (16/3/2022).

Serhiy Taruta, mantan gubernur wilayah Donetsk, mengatakan upaya penyelamatan telah terhambat oleh gangguan total layanan sosial dan ketakutan akan serangan Rusia.

• 30.000 Warga Sipil Tinggalkan Mariupol

Menurut pihak berwenang setempat, Sekitar 30.000 warga sipil telah meninggalkan kota Mariupol. Balai kota Mariupol mengatakan bahwa 80% perumahan hancur dan sekitar 350.000 penduduk bersembunyi di tempat penampungan dan ruang bawah tanah di Mariupol. Selain serangan udara Gedung teaternya, balai kota mengatakan sebuah kolam renang yang melindungi warga sipil, bahkan kebanyakan wanita, anak-anak dan orang tua juga telah ditembaki.

• Serangan di Kharkiv

Pada sebuah serangan terhadap sekolah dan pusat komunitas di Merefa, dekat kota Kharkiv di timur laut Ukraina pejabat setempat mengatakan, lebih dari 20 orang tewas dan 25 terluka ketika serangan udara Rusia menghancurkan kota tersebut. Serangan itu terjadi pada pukul 03:30 waktu setempat pada hari Kamis (17/3/2022), kata kantor kejaksaan Kharkiv. Sepuluh orang berada dalam kondisi kritis tambahnya


• Warga Negara AS Tewas 

Departemen luar negeri AS mengkonfirmasi bahwa seorang warga negara AS tewas di Ukraina hari ini, setelah laporan lokal bahwa seorang Amerika tewas dalam penembakan Rusia di kota Chernihiv, Ukraina utara. Sebelumnya hari ini, polisi daerah Chernihiv mengatakan pihak berwenang "mendokumentasikan akibat dari penembakan musuh terhadap warga sipil di pusat Chernihiv" yang menewaskan lebih dari 50 orang.

• Moral Pasukan Rusia Lesu 

Pejabat senior pertahanan AS melihat tanda-tanda lesunya moral pasukan Rusia di beberapa unit di Ukraina, tanpa mengutip bukti. AS juga telah mengamati bahwa militer Rusia menggerakkan beberapa kekuatan dari belakang untuk bergabung dengan elemen mereka. Beberapa dari kemampuan itu adalah artileri, artileri jarak jauh, yang menunjukkan bahwa mereka terus ingin melakukan pengepungan terhadap Kyiv.

• Walikota Melitopo Diculik Rusia

Walikota Melitopol di Ukraina terkepung dan juga diduga diculik oleh pasukan Rusia, Militer Rusia meminta pembebasan inidengan imbalan sembilan wajib militer Rusia yang ditangkap, menurut kepala kantor kepresidenan Ukraina.

Ukraina menuduh Rusia menculik Ivan Fedorov Jumat lalu, dengan rekaman pengawasan yang menunjukkan dia dibawa melintasi alun-alun di pusat kota dan tampaknya dikelilingi oleh tentara Rusia.

• Negosiasi di Tangan Kremlin 

Pengacara sedang menyusun kesepakatan damai antara Kyiv dan Moskow. Namun, hasil keputusan tetap tergantung pada Kremlin yang menerima gencatan senjata. Menteri Pertahanan Ukraina Oleksii Reznikov, yang telah memimpin delegasi Ukraina dalam negosiasi ini, mengatakan pekerjaan teknis sedang berlangsung tetapi Rusia harus menghentikan serangannya agar kompromi dapat dilakukan.

• Opsi Gencatan Senjata 

Menteri luar negeri Turki, Mevlüt avusoglu, mengatakan Ukraina memiliki harapan yang lebih kuat untuk gencatan senjata setelah bertemu dengan mitranya dari Ukraina, Dmytro Kuleba, di Lviv . Pertemuan tersebut mengikuti kunjungan avusoglu ke Moskow kemarin.

Para pejabat barat telah memperingatkan bahwa masih ada kesenjangan yang sangat besar antara Ukraina dan Rusia dalam pembicaraan damai antara kedua negara.

• Presiden Ukraina Ungkap Tembok Berlin

Presiden Ukraina Vorodymyr Zelenskiy menyerukan runtuhnya Tembok Berlin adalah upaya untuk membujuk anggota parlemen Jerman agar melakukan segala kemungkinan untuk menghentikan invasi Rusia ke Ukraina. Zelenskiy berbicara kepada parlemen Jerman melalui video, presiden Ukraina mencela Jerman karena di masa lalu bersikeras bahwa jaringan pipa gas Nord Stream 1 dan 2 dan proyek bisnis lainnya dengan Rusia "murni ekonomi" dan bukan politik.

• Biden Temui Jinping 

Presiden AS Joe Biden akan berbicara dengan Presiden China Xi Jinping, pada hari Jumat (18/3/2022) untuk membahas perang Rusia melawan Ukraina dan masalah lain yang menjadi perhatian bersama.

Sebelumnya, seorang pejabat China mengkritik Sekjen NATO Jens Stoltenberg atas komentarnya bahwa China memiliki kewajiban sebagai anggota dewan keamanan PBB untuk membantu mengakhiri perang di Ukraina.

• Pernyataan Anti Perang 

Menteri Luar Negeri Uzbekistan telah menyerukan resolusi diplomatik atas konflik di Ukraina dan mengatakan tidak akan mengakui separatis yang didukung Moskow di republik yang memproklamirkan diri di Luhansk dan Donetsk. Pernyataan Abdulaziz Kamilov mengisyaratkan pernyataan anti-perang terkuat datang dari bekas sekutu Soviet Rusia sejauh ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Rusia Ukraina Perang Rusia Ukraina
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top