Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Fakta Dokter di Sukoharjo Ditembak Mati Densus 88: Diduga Teroris hingga Dinilai Membahayakan

Seorang dokter berinisial SU yang diduga terlibat jaringan teroris, ditembak mati oleh Densus 88 pada Rabu (9/3/2022) karena melakukan perlawan yang dinilai membahayakan.
Ilustrasi - Tim Densus 88 bersama tim Gegana Brimob Polda Riau berjaga di area penggeledahan gedung Gelanggang Mahasiswa Kampus Universitas Riau (Unri) di Pekanbaru, Riau, Sabtu (2/6/2018). Penggeledahan itu berkaitan dengan dugaan adanya jaringan teroris./Antara-Rony Muharrman
Ilustrasi - Tim Densus 88 bersama tim Gegana Brimob Polda Riau berjaga di area penggeledahan gedung Gelanggang Mahasiswa Kampus Universitas Riau (Unri) di Pekanbaru, Riau, Sabtu (2/6/2018). Penggeledahan itu berkaitan dengan dugaan adanya jaringan teroris./Antara-Rony Muharrman

Bisnis.com, SOLO - Densus 88 menembak mati seorang dokter berinisial SU, warga Kampung Bangunsari, Kelurahan Gayam, Kecamatan Sukoharjo, Jawa Tengah pada Rabu (9/3/2022).

SU diduga terlibat dalam jaringan teroris. Penembakahan tak terelakkan karena SU melawan saat hendak ditangkap.

Penangkapan terhadap SU terjadi pada hari Rabu (9/3/2022) di Jalan Bekonang Sukoharjo depan Cendana Oli, Jawa Tengah.

Dinilai membahayakan

Melansir dari Solopos, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Ahmad Ramadhan menyebutkan SU melakukan penyerangan terhadap petugas saat penegakan hukum dengan menabrakkan mobilnya ke arah petugas.

“Saat penangkapan, SU melakukan perlawanan terhadap petugas secara agresif dengan menabrakkan mobilnya ke arah petugas yang sedang menghentikannya,” kata Ramadhan dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (10/3/2022).

Karo Penmas mengklaim perlawanan SU tidak hanya membahayakan nyawa petugas tetapi juga masyarakat sekitar.

Hendak menabrak petugas

Petugas Densus 88 mencoba memberikan peringatan kepada SU. Namun SU tetap menjalankan mobilnya dan melaju dengan kencang.

Mobil tersebut berjalan secara zig-zag dengan tujuan menjatuhkan petugas.

“Kemudian menabrak kendaraannya ke arah masyarakat yang melintas,” kata Ramadhan.

Dibawa ke rumah sakit namun terlambat

“Tindakan tegas terukur mengenai di punggung atas dan bagian pinggul kanan bawah,” kata Ramadhan.

Petugas lantas membawa SU ke Rumah Sakit Bhayangkara Polresta Surakarta untuk penanganan medis. Namun hal tersebut terlambat pasalnya SU dinyatakan meninggal dunia saat dievakuasi.

Halaman Selanjutnya
Anggota Jamaah Islamiyah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper