Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Korupsi LPEI, Kejagung Sita Aset Rp2 Triliun

Aset yang disita dari tujuh tersangka perkara korupsi Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) sebesar Rp2,02 triliun.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 10 Maret 2022  |  12:38 WIB
Korupsi LPEI, Kejagung Sita Aset Rp2 Triliun
Indonesia Eximbank - Bisnis
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA--Tim Asset Tracing Kejaksaan Agung (Kejagung) mengamankan dan menyita aset dari tujuh tersangka perkara korupsi Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) sebesar Rp2,02 triliun.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Ketut Sumedana mengemukakan bahwa aset tersebut bakal dilelang dan hasil lelang akan dikembalikan ke kas negara untuk menutup kerugian negara dalam perkara tindak pidana korupsi LPEI tahun 2013-2019.

"Nanti akan dikembalikan ke negara," tuturnya saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (10/3/2022).

Ketut merinci aset yang sudah disita oleh penyidik dalam perkara korupsi LPEI antara lain delapan bidang tanah seluas 621.489 meter persegi yang berlokasi di Jalan Jenderal Basuki Rachmat, Keluarahan Pengantingan, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur dengan nilai Rp932.233.500.000.

Kemudian 76 bidang tanah milik tersangka Johan Darsono dan tersangka Suyono yang tersebar di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur dan Kalimantan Tengah senilai Rp595.467.524.000.

Ditambah aset berupa empat unit mesin dan peralatan PT Kertas Basuki Rachmat milik tersangka Johan Darsono dengan nilai mencapai Rp500 miliar.

"Total aset yang sudah diamankan dari perkara tindak pidana korupsi Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) Rp2.027.701.024.000," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lpei Kejaksaan Agung
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top