Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Simak Niat dan Tata Cara Puasa Qadha Ganti Ramadan

Berikut bacaan niat dan tata cara puasa qadha atau puasa untuk mengganti utang puasa di bulan Ramadan.
Aliftya Amarilisya
Aliftya Amarilisya - Bisnis.com 08 Maret 2022  |  12:22 WIB
Simak Niat dan Tata Cara Puasa Qadha Ganti Ramadan
Ilustrasi - Pexels.com

Bisnis.com, SOLO - Bulan suci Ramadan tiba tak lama lagi. Bersamaan dengan itu, umat Islam yang masih memiliki utang puasa diwajibkan untuk segera membayarnya dengan puasa pengganti atau qadha.

Seperti yang telah dipahami, dalam surat Al-Baqarah ayat 184 disebutkan bahwa terdapat orang-orang yang diperbolehkan untuk meninggalkan puasa pada bulan Ramadan.

Akan tetapi, orang yang bersangkutan memiliki kewajiban untuk mengganti puasa tersebut di kemudian hari.

Sementara bagi yang tidak mampu, misalnya karena alasan kesehatan, bisa menggantinya dengan memberi makan pada orang miskin pada tiap hari sesuai yang ditinggalkan.

"[Yaitu] beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan [lalu tidak berpuasa], maka [wajib mengganti] sebanyak hari [yang dia tidak berpuasa itu] pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin." (Al-Baqarah ayat 184)

Bacaan niat membayar utang puasa Ramadan

Nawaitu shauma ghadin 'an qadha’I fardhi syahri Ramadhana lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadan esok hari karena Allah SWT.

Tata cara membayar utang puasa Ramadan

Tak berbeda dari puasa pada umumnya, ibadah ini juga diawali dengan niat.

Pembacaan niat puasa ganti Ramadan ini bisa dilakukan pada malam hari atau pada waktu sahur. Puasa kemudian diakhiri saat waktu magrib tiba.

Lebih jauh, puasa qadha wajib dibayar sesuai dengan jumlah hari yang ditinggalkan.

Adapun penggantian puasa Ramadan sendiri bisa dilakukan sejak bulan Syawal, kecuali tanggal 1 Syawal, hingga bulan Syaban atau bulan terakhir dalam kalender Hijriah sebelum Ramadan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

islam Puasa Ramadan
Editor : Aliftya Amarilisya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top