Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Putin ke PM Israel: Demiliterisasi dan De-Nazifikasi Ukraina Mutlak!

Rusia menginginkan demiliterisasi dan denazifikasi Ukraina sebagai syarat untuk menghentikan serangan ke Ukraina.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 04 Maret 2022  |  13:19 WIB
Putin ke PM Israel: Demiliterisasi dan De-Nazifikasi Ukraina Mutlak!
Sebuah kendaraan pengangkut personel lapis baja Ukraina yang hancur terlihat di depan sebuah sekolah, yang menurut penduduk setempat, terbakar setelah penembakan, saat invasi Rusia ke Ukraina berlanjut, di Kharkiv, Senin (28/2/2022). - Jerussalem Post/Reuters.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Rusia Vladimir Putin kembali menegaskan posisi Rusia dalam konflik dengan Ukraina. 

Putin, yang berbincang melalui sambungan telepon dengan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett, memaparkan sejumlah syarat jika Rusia diminta untuk mengakhiri operasi khusus yang telah menelan korban ribuan jiwa.  

Syarat-syarat itu antara lain, pertimbangan tanpa syarat kepentingan keamanan Rusia, demiliterisasi dan denazifikasi negara Ukraina, memastikan status netral Ukraina dan non-nuklirnya,.

“Serta pengakuan. kedaulatan Rusia atas Krimea dan kemerdekaan republik rakyat Donetsk dan Lugansk,” ujar Putin dikutip dari laman resmi Presiden Federasi Rusia, Jumat (4/3/2022).  

Sementara itu, dalam pembicaraan yang sama, Perdana Menteri Israel Naftali Bennett menyampaikan pertimbangan mengenai skema terbaik untuk mengakhiri aksi militer Rusia di Ukraina.

Para pemimpin sepakat untuk melanjutkan kontak pribadi,” tukas keterangan tersebut. 

Selain berkorespondensi langsung dengan PM Isreal, Putin belum lama ini juga terus berkomunikasi secara intens dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Putin meminta Macron untuk memperhatikan nasib para warga non Ukraina yang akan meninggalkan negara tersebut. Dia juga menyampaikan kepada Macron bahwa satu-satunya cara untuk mengakhiri invasi Rusia ke Ukraina adalah membuat Ukraina menjadi negara netral.

Bom Gereja

Sejumlah tempat bersejarah maupun situs budaya Ukraina menjadi sasaran pemboman tentara Rusia dalam invasi yang sudah berlangsung lebih dari sepekan. 

Menteri Kebudayaan dan Kebijakan Informasi Oleksandr Tkachenko menyerukan penutupan langit di atas Ukraina. 

Menurutnya, sebagian sasaran perang Putin di Ukraina dilakukan dari udara. Sirene serangan udara terdengar 60 kali hanya di Kyiv.  

Rudal dan pesawat Rusia sengaja menghancurkan pusat-pusat bersejarah kota-kota besar. Putin ingin menghancurkan warisan dan budaya Eropa, menghapusnya dari muka bumi,” kata Oleksandr dilansir dari laman resmi Pemerintah Ukraina, Jumat (4/3/2022). 

Olek menambahkan, di Kharkiv, Rusia menembaki Katedral Assumption, tempat orang-orang bersembunyi, gedung-gedung Universitas Seni Nasional Kharkiv, Asrama Akademi Kebudayaan Negeri Kharkiv, dan di Ivankov dekat Kiev - museum seniman terkenal dunia Maria Pryimachenko, yang karyanya dikagumi oleh Pablo Picasso.  

Akademi Seni dan Desain Dekoratif Negara Kyiv yang dinamai Mykhailo Boychuk juga tidak luput dirusak oleh Rusia.

Seorang diktator gila mengancam akan menghancurkan Katedral St. Sophia di Kyiv, sebuah gereja UNESCO yang dibangun pada abad ke-11!,” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Rusia vladimir putin Ukraina
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top